<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>La Ode Sabaruddin's Blog</title>
	<atom:link href="http://laodesabaruddin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://laodesabaruddin.wordpress.com</link>
	<description>Bring your dream comes true</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Oct 2010 16:18:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='laodesabaruddin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>La Ode Sabaruddin's Blog</title>
		<link>http://laodesabaruddin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://laodesabaruddin.wordpress.com/osd.xml" title="La Ode Sabaruddin&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://laodesabaruddin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>JUST BE YOURSELF : JADILAH DIRI SENDIRI</title>
		<link>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/28/just-be-yourself-jadilah-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/28/just-be-yourself-jadilah-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 14:41:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LA ODE SABARUDDIN</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[kesuksesan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[kiat suskses]]></category>
		<category><![CDATA[membangun keberanian]]></category>
		<category><![CDATA[membangun kepercayaan diri]]></category>
		<category><![CDATA[Menjadi pribadi suskses]]></category>
		<category><![CDATA[Meraih kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[percaya diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laodesabaruddin.wordpress.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa sadar banyak orang hidup dalam tekanan. Bukan karena beban terlalu berat; atau kekuatan tak memadai. Namun, karena tidak mau berterus terang. Hidup dalam kepura-puraan tak memberikan kenyamanan. Bersikaplah apa adanya. Bila anda kesulitan, jangan tolak bantuan. Sikap terus terang membuka jalan bagi penerimaan orang lain. Persahabatan dan kerja sama membutuhkan satu hal yang sama; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=369&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]-->Tanpa sadar banyak orang hidup dalam tekanan. Bukan karena</p>
<p class="MsoNormal">beban terlalu berat; atau kekuatan tak memadai. Namun, karena</p>
<p class="MsoNormal">tidak mau berterus terang. Hidup dalam kepura-puraan tak</p>
<p class="MsoNormal">memberikan kenyamanan. Bersikaplah apa adanya. Bila anda</p>
<p class="MsoNormal">kesulitan, jangan tolak bantuan. Sikap terus terang membuka</p>
<p class="MsoNormal">jalan bagi penerimaan orang lain. Persahabatan dan kerja sama</p>
<p class="MsoNormal">membutuhkan satu hal yang sama; yaitu keakraban di antara</p>
<p class="MsoNormal">orang-orang. Keakraban tercipta bila satu sama lain saling</p>
<p class="MsoNormal">menerima. Sedangkan penerimaan yang tulus hanya terujud dalam</p>
<p class="MsoNormal">kejujuran dan sikap terus terang.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kepura-puraan itu bagaikan bunga mawar plastik dengan kelopak</p>
<p class="MsoNormal">dan warna sempurna, namun tak mewangi. Meski mawar asli tak</p>
<p class="MsoNormal">seindah tiruannya dan segera layu, kita tetap saja menyukainya.</p>
<p class="MsoNormal">Mengapa? Karena ada detak kehidupan alam di sana. Hidup dalam</p>
<p class="MsoNormal">kejujuran adalah hidup alami yang sejati. Hidup berpura-pura</p>
<p class="MsoNormal">sama saja membohongi hidup itu sendiri. Anda bisa memilih</p>
<p class="MsoNormal">untuk hidup apa adanya; dan berhak menginjakkan kaki di bumi</p>
<p class="MsoNormal">ini. Atau, hidup berpura-pura dalam dunia ilusi.</p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laodesabaruddin.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laodesabaruddin.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laodesabaruddin.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laodesabaruddin.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laodesabaruddin.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laodesabaruddin.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laodesabaruddin.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laodesabaruddin.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laodesabaruddin.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laodesabaruddin.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laodesabaruddin.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laodesabaruddin.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laodesabaruddin.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laodesabaruddin.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=369&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/28/just-be-yourself-jadilah-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cf51c2d614fe47d4ab8a3a29956bf46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KESALAHAN ADALAH BAGIAN DARI KESUKSESAN</title>
		<link>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/28/kesalahan-adalah-bagian-dari-kesuksesan/</link>
		<comments>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/28/kesalahan-adalah-bagian-dari-kesuksesan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 14:34:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LA ODE SABARUDDIN</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[belajar dari kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kiat sukses]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sukses]]></category>
		<category><![CDATA[mencapai kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laodesabaruddin.wordpress.com/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[Bila anda melakukan sesuatu, ada kemungkinan anda membuat suatu kesalahan. Bila anda membuat kesalahan, itu adalah hal yang hebat. Karena anda berkesempatan belajar sesuatu. Akui kesalahan anda, teliti dan pelajari secara mendalam. Jawablah kesalahan anda tersebut. Kesalahan adalah guru yang luar biasa. Dengan mengenal apa yang salah, anda dibantu untuk menemukan apa yang benar. Orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=365&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila anda melakukan sesuatu, ada kemungkinan anda membuat</p>
<p class="MsoNormal">suatu kesalahan. Bila anda membuat kesalahan, itu adalah</p>
<p class="MsoNormal">hal yang hebat. Karena anda berkesempatan belajar sesuatu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Akui kesalahan anda, teliti dan pelajari secara mendalam.</p>
<p class="MsoNormal">Jawablah kesalahan anda tersebut. Kesalahan adalah guru</p>
<p class="MsoNormal">yang luar biasa. Dengan mengenal apa yang salah, anda</p>
<p class="MsoNormal">dibantu untuk menemukan apa yang benar.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Orang yang berbakat sukses, akan belajar dari apapun yang</p>
<p class="MsoNormal">terjadi, termasuk kesalahan. Bila anda membuat sebuah</p>
<p class="MsoNormal">kesalahan, hal yang terbaik adalah mengumpulkan kembali</p>
<p class="MsoNormal">keping-keping yang terserak, dan memperhatikan bagaimana</p>
<p class="MsoNormal">hal itu bisa terjadi.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Jangan menangisi kesalahan. Periksa dan pelajari kesalahan.</p>
<p class="MsoNormal">Kesalahan adalah bagian dari jalan menuju kesuksesan.</p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laodesabaruddin.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laodesabaruddin.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laodesabaruddin.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laodesabaruddin.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laodesabaruddin.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laodesabaruddin.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laodesabaruddin.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laodesabaruddin.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laodesabaruddin.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laodesabaruddin.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laodesabaruddin.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laodesabaruddin.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laodesabaruddin.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laodesabaruddin.wordpress.com/365/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=365&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/28/kesalahan-adalah-bagian-dari-kesuksesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cf51c2d614fe47d4ab8a3a29956bf46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMAKNAI KEGAGALAN</title>
		<link>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/28/memaknai-kegagalan/</link>
		<comments>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/28/memaknai-kegagalan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 12:52:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LA ODE SABARUDDIN</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[arti kegagalan]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar dari kegagalan]]></category>
		<category><![CDATA[cara meraih kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegagalan]]></category>
		<category><![CDATA[Kiat sukses]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Makna kegagalan]]></category>
		<category><![CDATA[orang sukses]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laodesabaruddin.wordpress.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda takut gagal? Sedemikian takutnya sampai anda tidak berusaha untuk mencoba? Coba anda pikirkan kembali, hal tersebut benar-benar tidak masuk akal. Dengan tidak mencoba barang sekalipun, sebenarnya anda sudah gagal. Jadi rasa takut gagal adalah penyebab kegagalan yang pasti. Apakah anda merasa takut? Coba perhatikan rasa takut anda. Perhatikan pesan yang berusaha disampaikannya. Rasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=361&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><span lang="IN">Apakah anda takut gagal? Sedemikian takutnya sampai anda</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">tidak berusaha untuk mencoba? Coba anda pikirkan kembali,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">hal tersebut benar-benar tidak masuk akal. Dengan tidak</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">mencoba barang sekalipun, sebenarnya anda sudah gagal. Jadi rasa takut gagal adalah penyebab kegagalan yang pasti.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Apakah anda merasa takut? Coba perhatikan rasa takut anda. Perhatikan pesan yang berusaha disampaikannya. Rasa takut membuat anda lebih waspada. Rasa takut memberi energi ekstra. Rasa takut membuat anda mampu mengatasi tantangan tersulit. Tidak ada yang mampu mendorong sumber daya dalam diri anda &#8211; lebih dari rasa takut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Rasa takut sebenarnya ada untuk mendorong anda maju, bukan untuk menahan anda. Biarkan rasa takut mengajarkan anda. Biarkan rasa takut mempersiapkan anda. Tetapi jangan membuat rasa takut menghentikan anda. Saat rasa takut menahan anda, coba perhatikan baik-baik apa yang menyebabkan rasa takut &#8211; dan anda akan menemukan alasan untuk bergerak maju.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kegagalan paling abadi adalah kegagalan untuk mulai bertindak. Bila anda sudah mencoba &#8211; dan ternyata gagal, anda memperoleh sesuatu yang bisa dipelajari dan mungkin dicoba kembali. Anda tidak akan pernah gagal bila anda terus berusaha.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laodesabaruddin.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laodesabaruddin.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laodesabaruddin.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laodesabaruddin.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laodesabaruddin.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laodesabaruddin.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laodesabaruddin.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laodesabaruddin.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laodesabaruddin.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laodesabaruddin.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laodesabaruddin.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laodesabaruddin.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laodesabaruddin.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laodesabaruddin.wordpress.com/361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=361&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/28/memaknai-kegagalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cf51c2d614fe47d4ab8a3a29956bf46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KHAWARIJ : ANTARA STIGMA DAN KAJIAN SUNNAH</title>
		<link>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/27/khawarij-antara-stigma-dan-kajian-sunnah/</link>
		<comments>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/27/khawarij-antara-stigma-dan-kajian-sunnah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 10:42:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LA ODE SABARUDDIN</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[Alghuroba]]></category>
		<category><![CDATA[Aliran Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ciri - Ciri Khawarij]]></category>
		<category><![CDATA[Firqoh]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Harakah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hizbut Tahrir]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhwanul Muslimin]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jamaah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[Khawarij]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Khawarij]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laodesabaruddin.wordpress.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[Riwayat mengatakan, kelak di ahir zaman ada kaum Muslim yang suka mencela Muslim lain. Tapi membiarkan penyembah berhala. Akhir-akhir ini istilah khawarij menjadi stigma dan olok-olok untuk meyatakankepada setiap kelompok yang dianggap “keras” dalam Islam. Tak pelak, para pejuang mujahidin seperti Hamas pun, bisa disebut khawarij. Padahal dalam sejarah tamadun Islam, khawarij merupakan gerakan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=356&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><em><span style="font-size:14pt;">Riwayat mengatakan, kelak di ahir zaman ada kaum Muslim yang suka mencela Muslim lain. Tapi membiarkan penyembah berhala.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:14pt;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akhir-akhir ini istilah <em><span style="font-size:11pt;">khawarij</span></em> menjadi <em><span style="font-size:11pt;">stigma</span></em> dan olok-olok untuk meyatakankepada setiap kelompok yang dianggap “keras” dalam Islam. Tak pelak, para pejuang mujahidin seperti Hamas pun, bisa disebut <em><span style="font-size:11pt;">khawarij</span></em>. Padahal dalam sejarah tamadun Islam, <em><span style="font-size:11pt;">khawarij</span></em> merupakan gerakan yang mempunyai sifat-sifat tertentu dengan definisi tertentu. Oleh sebab itu setiap Muslim, apalagi pemimpin gerakan Islam, jangan terlalu mudah untuk menghukum sesuatu gerakan menjadi <em><span style="font-size:11pt;">khawarij </span></em>sebelum mengenal metodologi pemikiran mereka.<span id="more-356"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Imam Syahrastani dalam kitab <em>al Milal wan Nihal</em> menyatakan bahwa <em>khawarij</em> adalah: ”semua kelompok masyarakat yang keluar daripada ketaatan kepada kepemimpinan (imam) yang sah dan yang sudah disepakati oleh mayoritas umat Islam, samasa kelompok tersebut terjadi pada masa kepemimpinan sahabat <em>khulafaurrasyidin</em>, atau masa kepemimpinan <em>tabi’in </em>(pengikut sahabat), atau masa kepemimpinan umat Islam di setiap  zaman ”( Syahrastani, <em>Kitab Al Milal wanNihal </em>, jilid 1, hal..129 ). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;">Sejarah Khawarij </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Sejarah mencatat bahwa kaum <em>khawarij</em> muncul setelah peristiwa ”<em>tahkim</em>” antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah, sebagai upaya mencari jalan damai dalam mengakhiri peperangan Siffin. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Pada awalnya Khalifah Ali menginginkan Abdullah Ibnu Abbas sebagai juru damai dari pihak Ali, sebab dia merupakan sahabat yang sangat memahami kitab suci Al-Quran, tetapi kelompok Qurra mengusulkan agar juru damai diberikan kepada Abu Musa al Asyari, sebab menurut mereka Abu Musa al Asyari selama ini tidak terlibat dalam pertikaian dan peperangan dan pergi mengasingkan diri. ( Ibnu Kasir, <em>Bidayah wan Nihayah</em>, jilid 7, hal. 427 ). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Kelompok Muawiyah mengutus Amr bin Ash sebagai juru damai. Tatkala Khalifah Ali bin Abi Thalib mengutus Abu Musa al Asyari ke Daumatul Jandal (tempat perjanjian damai), maka kelompok <em>khawarij</em> mengisytiharkan untuk menentang Ali bin Abi Thalib dengan mengutus Zur’ah ibn Burj al Tai dan Harqus ibn Zuhair al Sa’diy untuk menemui Ali dan berkata:  ”Tiada hukum melainkan hukum daripada Allah&#8230;.Wahai Ali sekiranya engkau tidak mau meninggalkan urusan <em>tahkim</em> dengan kitab Allah ini, niscaya aku akan membunuhmu. Apa yang aku mau daripada tindakan ini adalah rahmat Allah dan keridhaanNya semata-mata.” </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Selanjutnya kelompok <em>khawarij</em> berkumpul di rumah Abdullah bin Wahab al Rasiby dan memilih Abdullah al Rasiby sebagai pemimpn kelompok (Ibnu Kasir, <em>Bidayah wan Nihayah</em>, jilid 7, hal. 441,443). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Rasiby dipilih sebab dia sangat rajin beribadah sehingga dinyatakan bahwa tempat-tempat yang pernah dia sujud menjadi kering dan rosak lantaran kesungguhannya dan banyak bersujud sehingga dia digelar dengan Dzul Bayyinat ”orang yang mempunyai banyak bukti tempat sujud.” ( Ibnu Kasir, <em>Bidayah wan Nihayah</em>, jilid 7, hal,.450 ). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Dalam <em>tahkim</em>, Abu Musa al Asyari berdiri dan menyatakan bahwa Khalifah Ali dan Muawiyah diturunkan dan pemilihan kekhalifahan diserahkan kembali kepada umat. Amr bin Ash menyatakan bahwa sebab khalifah Ali telah diturunkan, maka saya melantik Muawiyah sebagai khalifah. Amr bin Ash <em>berijtihad </em>demikian sebab kekhawatiran terjadi kekacauan di tengah umat sewaktu tidak ada pemimpin atau sewaktu pemilihan kepemimpinan. Sebenarnya pihak Ali bin Abi Thalib tidak setuju dengan keputusan tersebut, tetapi untuk menghindari pertumpahan darah dan menjaga perpaduan umat maka mereka menerima keputusan tahkim. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Setelah keputusan tahkim, Sayidina Ali bin Abi Thalib membawa pasukannya ke Kufah, tetapi di tengah perjalanan sebagian pasukan tidak redha dengan keputusan tahkim, dan mereka memisahkan diri dari pasukan Ali serta memilih untuk tinggal di kampung Harurah (dekat Kufah), dan mereka menyatakan kepada Ali sebagaimana yang dinyatakan oleh Mahraz bin Jarisy: “Wahai Amirul Mukminin, Tidak ada jalan kembali kecuali hanya dengan kitabullah, Demi Allah sesungguhnya aku khawatir kembalinya kita ini hanya mewariskan kehinaan.” (<em>Tarikh Thabari</em>, jilid 8, m.s. 196 ). Diantara pengikut mereka, Kharit bin Rasyid an Naji juga menyatakan kepada Ali bin Abi Thalib : “Demi Allah, kami tidak lagi mantaati perintahmu, dan tidak akan shalat dibelakangmu, dan sesungguhnya aku telah memisahkan diri daripadamu karena engkau telah menghukum dengan kitab tetapi engkau lemah dalam menegakkan kebenaran, dan engkau mengikuti kelompok yang <em>dzalim</em>, maka saya menolak untuk mengikutimu dan membalas mereka yang mendzalimimu, dan bagi kamu semua keterangan yang jelas ” (Imam Thabari, <em>Tarikh Thabari</em>, jilid 8, hal. 197). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Ibnu Kasir menyatakan bahwa jumlah pasukan yang keluar tersebut sekitar 12 ribu atau 16 ribu orang dan diantara mereka 8.000 terdiri daripada Qurra, dan setelah Sayidina Ali bin Abi Thalib mengantar Ibnu Abbas memberikan kesadaran kepada mereka  , maka 4000 ribu orang kembali kepada kebenaran dan bertaubat. (Ibnu Kasir, <em>Bidayah wan Nihayah</em>, jilid 7, hal..433,4350). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Dengan bilangan pengikut yang banyak tersebut, maka kelompok <em>khawarij</em> tersebut terbagi dalam berbagai kelompok. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Fakhruddin ar razi dalam ”<em>Itiqadat firaqul muslin wal musyrikin</em>” menyebutkan mereka terbagi dalam duapuluh satu kelompok, al Baghdadi dalam <em>’Alfarqu bainan firaq</em>” menyebutkan mereka terbagi dalam dua puluh kelompok, ( Imam Baghdadi, <em>al Farqu bainal Firaq</em> , hal. 49-77),  al Malathi dalam ”<em>al-tanbih warrrad ala ahlul ahwa</em> ” menyebutkan mereka terbagi dalam sepuluh kelompok (Mustafa Helmi, Khawarij, hal.53) dan Syahrastani dalam ”<em>Al Milal wan Nihal</em> ” menyebutkan mereka terbagi dalam  delapan kelompok besar (Syahrastani, hal. 129-148) </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;">Ajaran Khawarij </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Shahrastani membagi <em>khawarij</em> dalam delapan kelompok yaitu “Muhakimah”, “Azariqah”, “Najadat”, “Baihasiyah”, “Ajaridah”, “Tsa’alibah”, “Ibadiyah” dan “Sufriyah Ziyadihah”.. Dalam kertas kerja ini penulis jelaskan ke delapan kelompok besar tersebut secara ringkas : </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">1.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><strong><span style="font-size:11pt;">Muhakimah</span></strong><span style="font-size:11pt;"> artinya orang yang berhukum dengan hukum Allah karena mereka selalu berkata : ”Tiada hukum kecuali dengan hukum Allah”. Mereka menentang khalifah Ali dan menganggap Sayidina Ali telah berdosa sebab menerima hukum dari manusia karena sayidina Ali menerima keputusan tahkim. Prinsip mereka adalah : (a) mengkafirkan Ali dan pengikutnya (b) Wajib menurunkan atau membunuh pemimpin jika berbuat <em>dzalim </em>(c) Mengkafirkan mereka yang berbuat dosa (d) dibenarkan membunuh anak-anak dan kaum wanita. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">2.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><strong><span style="font-size:11pt;">Azariqah</span></strong><span style="font-size:11pt;"> adalah pengikut Nafi bin Al Azraq yang menyatakan : (a) Sesiapa yang menyalahi mereka adalah <em>musyrik</em> (b) Sesiapa yang tidak berhijrah bersama mereka adalah syirik (c) Wajib menguji sesiapa yang berhijrah bersama mereka, dan membunuh mereka yang diangap munafik (d) Membunuh anak-anak dan wanita yang tidak sesuai dengan prinip mereka (e) Menganggap negeri mereka adalah <em>Darul hijrah </em>dan negeri kaum Muslimin di luar mereka sebagai <em>Darul Kufr</em> (f) Sesiapa yang berbuat dosa besar adalah kafir. Menurut al Malathi mereka ini orang-orang yang <em>wara’, </em>dan tekun beribadah siang dan malam. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">3.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><strong><span style="font-size:11pt;">Najadat</span></strong><span style="font-size:11pt;"> adalah pengikut Najdat bin Amir yang menyatakan: (a) kafir sesiapa yang tidak mengikuti mereka (b) Kafir mereka yang tidak mengikuti pemimpin mereka (c) Pengikut mereka tidak akan masuk neraka, walaupun berdosa akan <em>diazab </em>bukan dengan api neraka (d) Berlanjutan dalam dosa kecil menjadi syirik (e) Boleh membunuh <em>ahludz dzimmah </em>yaitu mereka yang tidak mengikuti ajaran mereka. Menurut al Malathi mereka ini juga mengkafirkan ulama <em>salaf </em>dan <em>khalaf. </em></span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">4.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><strong><span style="font-size:11pt;">Baihasiyah</span></strong><span style="font-size:11pt;"> yaitu pengikut  Baihas al Haisham bin Jabir yang menyatakan : (a) Seseorang belum dianggp Muslim kecuali setelah mengenal Allah dan rasulNya. (b) Tiada haram kecuali yang diharamkan oleh Al-Quran dan yang tidak disebutkan dalam Al-Quran tentang haramnya berarti halal (c) Tidak membedakan antara <em>ushul </em>aqidah dan hukum <em>fiqhiyah. </em></span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">5.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><strong><span style="font-size:11pt;">Ajaridah</span></strong><span style="font-size:11pt;"> yaitu pengikut Abdul Karim bin Ajrad yang menyatakan : (a) Tidak boleh mengatakan kafir atau Muslim terhadap seorang anak Muslim sampai dia diajak memeluk Islam dan waib diajak memeluk Islam ketika mencapai usia baligh (b) Membenarkan kawin dengan cucu dari keturunan anak perempuan (c) wajib menurunkan pemimpn yang dzalim dan menghukum pengikutnya. (d) Surah Yusuf tidak termasuk dalam bagian surah Al-Quran. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">6.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><strong><span style="font-size:11pt;">Tsa’labiyah</span></strong><span style="font-size:11pt;"> yaitu pengikut Tsa’labah bin Musytakan yang berpendapat : (a) Orang yang tidak mengikuti mereka bukan kafir dan juga bukan Muslim (b) Sesiapa yang meninggalkan shalat menjadi kafir (c) Mengambil zakat daripada hamba sahaya.(d) Menyatakan Allah bersifat dengan sifat manusia (<em>tasybih</em>) sebagaimana pendapat Jabariyah Jahm bin Sofyan. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">7.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><strong><span style="font-size:11pt;">Ibadiyah</span></strong><span style="font-size:11pt;"> yaitu pengikut Abdullah bin Ibadh at Tamimiy yang menyatakan ajarannya bahwa : (a) Orang Muslim yang tidak menyetujui kelompoknya dianggap kafir tetapi bukan kafir musyrik (b) Negeri Muslim yang tidak setuju dengan ajaran dan pendapat mereka adalah negeri tauhid (bukan negeri Islam ) dan kawasan tentara negeri tersebut  merupakan <em>Darul Harb </em>(d) Orang yang melaksanakan ajaran Al-Quran termasuk mukmin dan yang tidak melaksanakannya dinamakan kafir musyrik (e) Semua dosa besar dan kecil merupakan perbuatan syirik (f) Boleh membunuh sesiapa yang tidak setuju dengan pendapat mereka. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">8.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><strong><span style="font-size:11pt;">Sufriyah Ziyadiyah</span></strong><span style="font-size:11pt;"> yaitu pengikut Zayad bin Ashfar yang menyatakan: (a) Dosa yang terkena hukum <em>hudud </em>tidak menjadi kafir, sedang dosa yang tidak ada hukum hudud seperti meninggalkan shalat dan puasa menjadi kafir ( b) Tidak mengkafirkan sesiapa yang tidak mengikuti mereka. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;">Khawarij dalam kajian Sunnah </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Abu Said al Khudri berkata; Sewaktu Rasulullah saw sedang membahagi-bagikan harta (kepada kaum Muslimin) tiba-tiba Dhul Khuwaysirah al Tamimiy datang dan berkata: ”<em>Berlakulah adil wahai rasulullah</em>”. Mendengar teguran yang kasar itu baginda berkata: ”Celakalah kamu, siapakah yang akan menegakkan keadilan sekiranya aku tidak melakukannya?”. Umar bin Khtatab mencelah, ”Wahai Rasulullah, adakah Anda membenarkanku untuk memancung lehernya?”. Baginda menjawab: ” Biarkanlah dia karena suatu hari nanti dia akan mempunyai pengikut yang akan mencela shalat kamu semua dengan membandingkan dengan shalat mereka, mereka juga mencerca puasa kamu dibandingkan dengan puasa mereka, mereka keluar daripada agama (Islam ) sederas anak panah yang keluar daripada busurnya ” ( <em>Sahih Muslim/</em>2456; <em>Sahih Bukhari/</em>6933; <em>Kitab Muwattha/</em>156; <em>Sunan Abu Daud/</em>6741). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Rasulullah saw bersabda: ”<em>Nanti akan muncul dinatara umatku kaum yang membaca Al-Quran, bacaan kamu tidak ada nilainya dibandingkan bacaan mereka, dan shalat kamu tidak ada nilainya dibandingkan shalat mereka, dan puasa kamu tidak ada artinya dibandingkan puasa mereka, mereka membaca Al-Quran sehingga kamu akan menyangka bahwasanya Quran itu milik mereka sahaja, padahal sebenarnya Quran itu akan melaknat mereka, Tidaklah shalat mereka melalui kerongkongan mereka, mereka itu akan memecah agama Islam sebagaimana keluarnya anak panah daripada busurnya</em> ” (Sahih Muslim/ 2467, Sunan Abu Daud/4748 ). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Said al Khudri menyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda: ”<em>Nanti akan muncul diantara kamu kaum yang menghina shalat kamu dibandingkan dengan shalat mereka, dan puasa kamu dibandingkan dengan puasa mereka, amal perbuatan kamu dibandingkan dengan amap perbuatan mereka, mereka itu membaca Al-Quran tetapi bacaan mereka tidakakan melewati kerongkongan mereka, dan mereka akan memecah agama sebagaimana anak panah keluar dari busurnya</em> ” (Sahih Bukhari/5058 ). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Sayidina Ali bin Abi Thalib menyatakan bahwasanya dia mendengar Rasulullah saw bersabda: ”<em>Pada akhir zaman nanti akn muncul kaum berusia muda (ahdasul asnan) berpikiran pendek (sufahaul ahlam), mereka memperkatakan sebaik-baik ucapan kebaikan, mereka membaca Al-Quran tetapi bacaan mereka itu tidak melebihi (melampui) kerongkongan mereka, mereka memecah agama sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya maka dimanapun kamu menjumpainya maka perangilah mereka sebab dalam memerangi mereka terdapat pahala disisi Allah pada hari kiamat kelak.</em> ” (Sahih Bukhari/6930, Sahih Muslim/2462, Sunan Abu Daud/4767, Sunan Nasai/4107 Sunan Ibnu Majah/168, Sunan  Ahmad/616 ). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Dari Anas berkata: Ada seorang lelaki pada zaman Rasulullah berperang bersama Rasulullah dan apabila kembali (dari peperangan) segera turun dari kenderaannya dan berjalan menuju masjid nabi melakukan shalat dalam waktu yang lama sehingga kami semua terpesona dengan shalatnya sebab kami merasa shalatnya tersebut melebihi shalat kami, dan dalam riwayat lain disebutkan kami para sahabat merasa ta’ajub dengan ibadahnya dan kesungguhannya dalam ibadah, maka kami ceritakan dan sebutkan namanya  kepada Rasulullah, tetapi rasulullah tidak mengetahuinya, dan kami sifatkan dengan sifat-sifatnya, Rasulullah juga tidak mengetahuinya, dan tatkala kami sednag menceritakannya lelaki itu muncul dan kami berkata kepada Rasulullah: Inilah orangnya ya Rasulullah. Rasulullah bersabda : ”<em>Sesungguhnya kamu menceritakan kepadaku seseorang yang diwajahnya ada tanduk syetan. Maka datanglah orang tadi berdiri di hadapan sahabat tanpa memberi salam. Kemudian Rasulullah bertanya kepada orang tersebut : ” Aku bertanya kepadamu, apakah engkau merasa bahwa tidak ada orang yang lebih baik daripadamu sewaktu engkau berada dalam suatu majlis.</em> ” Orang itu menjawab: Benar”. Kemudian dia segera masuk ke dalam masjid dan melakukan shalat dan dalam riwayat kemudian dia menuju tepi masjid melakukan shalat, maka berkata Rasulullah: ”<em>Siapakah yang akan dapat membunuh orang tersebut</em> ? ”. Abubakar segera berdiri menuju kepada orang tersebut, dan tak lama kembali. Rasul bertanya : Sudahkah engkau bunuh orang tersebut? Abubakar menjawab : ”Saya tidak dapat membunuhnya sebab dia sedang bersujud ”. Rasul bertanya lagi : ”<em>Siapakah yang akan membunuhnya</em> <em>lagi</em>? ”. Umar bin Khattab berdiri menuju orang tersebut dan tak lama kembali lagi. Rasul berkata: ”<em>Sudahkah engkau membunuhnya ?</em> Umar menjawab: ”Bagaimana mungkin saya membunuhnya sedangkan dia sedang sujud”. Rasul berkata lagi ; <em>Siapa yang dapat membunuhnya</em> ?”. Ali segera berdiri menuju ke tempat orang tersebut, tetapi orang terebut sudah tidak ada ditempat shalatnya, dan dia kembali ke tempat nabi. Rasul bertanya: <em>Sudahkah engkau membunuhnya</em> ? Ali menjawab: ”Saya tidak menjumpainya di tempat shalat dan tidak tahu dimana dia berada. ” Rasulullah saw melanjutkan: ”<em>Sesungungguhnya ini adalah tanduk pertama yang keluar dari umatku, seandainya engkau membunuhnya, maka tidaklah umatku akan berpecah. Sesungguhnya Bani Israel berpecah menjadi 71 kelompok, dan umat ini akan terpecah menjadi 72 kelompok, seluruhnya di dalam neraka kecuali satu kelompok</em> ”. Sahabat bertanya : ” Wahai nabi Allah, kelompk manakah yang satu itu? Rasulullah menjawab : ”Al Jamaah”. (Musnad Abu Ya’la/ 4127,  Majma’ Zawaid/6-229). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Rasulullah saw bersabda: ”<em>Nanti pada akhir zaman akan muncul kaum mereka membaca Al-Quran ttetapi tidak melebihi kerongkongan, merka memecah Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya, dan mereka akan terus bermunculan sehingga keluar yang terakhir daripada mereka bersama Dajjal, maka jika kamu berjumpa dengan mereka, maka perangilah sebab mereka itu seburuk-buruk makhluk dan seburuk-buruk khalifah.</em> ” ( Sunan Nasai/4108, Sunan Ahmad/19783 ) </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Abu Said al Khudri menceritakan bahwa Ali –sewaktu berada di Yaman-menghantarkan Dhahiibah dalam taribahnya kepada Rasulullah. Barang tersebut dibagi-bagikan rasulullah kepada : Aqra’ bin Habis al Handzali, dan Aynah bin Badr al Fazari, Alqamah bin Alasah al Amiri, dan salah seorang daripada Bani Kilab, dan Zaid al Khair al Thai, dan salah seorang Bani Nabhan. Pembahagian itu membuat kaum Qurasiy dan Anshar merasa tidak senang sehingga berkata : Ya Rasulullah, baginda telah memberikannya kepada kelompok Askar daripada Najad dan meninggalkan kami ”. Rasulullah menjawab: ”<em>Aku berbuat demikian, semata-mata untuk menjinakkan hati mereka.</em> ”  Abu Said melanjutkan: Tidak lama kemudian datang seorang lelaki yang buta, lebar dahinya, lebat janggutnya, gundul kepalanya berkata: ”Ya Muhammad, bertakwalah kamu kepada Allah”. Baginda berkata : ”<em>Siapakah lagi yang akan taat kepada Allah jika aku tidak taat kepadaNya. Dia (Allah) telah memberikan kepercayaan kepadaku untuk menjaga bumi ini, mengapa engkau tidak percaya kepadaku</em> ?..Abu said melanjutkan: ”selanjutnya seorang lelaki –menurut sebagian riwayat Khalid bin Walid-telah meminta izin kepada Nabi untuk membunuh lelaki tersebut tetapi baginda melarangnya. Setelah lelaki itu pergi rasulullah saw bersabda : ”<em>Sesungguhnya dari keturunan lelaki ini nanti akan muncul sebuah kaum yang membaca Al-Quran teapi ia tidak melepasi pangkal tengkorak mereka. Mereka mmecah Islam sebagaimana keluarnya ank panah dari busurnya. Mereka membunuh umat Islam dan membiarkan umat penyembah berhala. Sekiranya aku menjumpai mereka, niscaya aku akan memerangi mereka seperti yang menimpa kaum Ad.</em> ” (Sahih Bukhari/3344; Sahih Muslim/2451). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;">Dari hadis diatas dapat diambil kesimpulan bahwa diantara umat Muhammad ada kaum yang akan keluar dari jamaah umat Islam sampai akhir zaman dengan sifat-sifat sebagai berikut : </span></span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">1.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Mencela dan menuduh kaum yang tidak mengikutinya dengan tuduhan kafir atau sesat sebagaimana mereka berkata kepada Rasulullah: “Wahai rasulullah, bersikap adilah kamu.” </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">2.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Buruk sangka kepada kaum lain sebagimana mereka buruk sangka kepada Rasulullah. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">3.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Berlebih-lebihan dalam ibadah sehingga menghina ibadah kaum yang lain. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">4.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Merasa lebih baik daripada kaum Muslimin yang lain. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">5.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Memerangi sesama kaum Muslimin dan membiarkan penyembah berhala. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">6.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Kurang ilmu dan kurang dalam pengalaman.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;">Khawarij kontemporer. </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Sebagaimana hadits diatas menyebutkan bahwa kelompok <em>khawarij</em> tersebut akan terus bermunculan sampai kedatangan Dajjal sebelum hari kiamat. Hadis juga tidak menyebutkan nama kelompok, tetapi memberikan penjelasan beberapa sikap dan sifat mereka, sehingga umat Islam dapat melihat jika suatu kelompok mempunyai sifat dan ciri-ciri <em>khawarij</em> masa lalu, dan sesuai dengan sifat yang diberikan oleh hadis Rasulullah maka hal itu merupakan tanda kelompok <em>khawarij, </em>walaupun kelompok tersebut tidak memakai nama <em>khawarij. </em>Dr.Nasir bin Abdul Karim al Aql dalam kitabnya ”<em>Al Khawarij</em>” menyatakan bahwa sifat-sifat <em>khawarij</em> adalah : </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">1.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Mengkafirkan orang yang berbuat dosa besar dan menghukum kaum Muslimin yang tidak sepaham dengan mereka dengan kafir. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">2.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Tidak mengikuti ulama-ulama kaum Muslimin baik dalam akidah maupun dalam amalan. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">3.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Keluar dari jamaah kaum Muslimin, dan melakukan muamalah dengan kaum Muslimin sebagaimana muamalah dengan kafir, serta menghalalkan harta dan darah mereka. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">4.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Memakai &#8220;<em>nash-nash</em>&#8221; amr makruf dan nahi munkar kepada pendapat-pendapat para ulama dan menghina mereka serta membunuh sesiapa yang bercanggah (berlawanan) dengan pendapat mereka. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">5.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Mayoritas mereka sibuk dengan membaca Al-Quran tanpa memahaminya dengan pemahaman yang baik. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">6.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Menampakkan tanda-tanda yang <em>zahir</em> dalam ibadah dan berlebih-lebihan dalam ibadah sehingga menghina ibadah kelompok yang lain. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">7.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Lemah dalam ilmu <em>fiqah </em>(fikih) dan seluk beluk hukum syariat. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">8.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Berpendapat tanpa  rujukan kepada sahabat, atau ulama <em>fiqah (</em>fikih<em>)</em>. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">9.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Merasa lebih hebat daripada ulama terdahulu, sehingga kadang-kadang merasa lebih hebat daripada ulama <em>mujtahidin</em> dan sahabat. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">10.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Keliru dalam metodologi mengambil keputusan hukum sehingga mengambil ayat ancaman tanpa melihat ayat-ayat janji; mengambil ayat-ayat yang untuk orang kafir ditujukan kepada orang Muslim yang tidak sepaham dengan mereka sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Umar: Mereka mengambil ayat untuk orang kafir ditujukan kepada orang Muslim. ” </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">11.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Kurang ilmu dengan sunnah dan hadits nabi yang sangat luas, dan hanya mengambil yang suai dengan pemahaman mereka sahaja. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">12.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Mengangap setiap orang yang tidak sepaham dengan mereka sebagai salah dan sesat, tanpa meneliti lebih mendalam. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">13.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Memutuskan sesuatu tanpa ilmu yang mendalam, dan kajian yang luas. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">14.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Bersikap kasar, teras, tanpa memahami keadaan orang lain, dan suka bertengkar dengan orang lain. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">15.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Menghukum sesuatu hanya dengan anggapan dan <em>dzan</em>, </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">16.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Tidak memiliki wawasan yang luas, berpikiran sempit, tidak sabar, dan ingin mendapatkan <em>natijah</em> (nilai) amal dengan segera. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">17.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Memusuhi dan memerangi sesama kaum Muslimin, dan membiarkan kaum kafir serta kaum penyembah berhala. (<em>Nasr al Aql, AlK hawarij</em>, hal..26)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Selanjutnya Nasir al Aql berkata sifat-sifat <em>khawarij</em> ini masih terdapat pada kaum Muslimin seperti pada kelompok ”<em>Takfir wal Hijrah</em>” sehingga terlihat dalam kelompok tersebut anak-anak muda yang belum mempunyai ilmu yang cukup dan tidak merujuk ilmunya kepada ulama-ulama <em>mujtahidin,</em> tetapi mereka hanya saling belajar sesama mereka atau hanya dengan membaca kitab dengan pemahaman sendiri secara <em>harfiyah </em>tanpa merujuk kepada ulama yang pakar dibidangnya, walaupun mereka kadangkala terdiri dari kaum yang terpelajar dalam bidang akademik, tetapi tidak <em>tafaqquh</em> dalam agama. Kelompok seperti ini merupakan kelanjutan daripada kelompok <em>khawarij</em> ibadiyah pada masa terdahulu. (<em>Nasr Aql, Al Khawarij</em>, hal.44). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Dr. Umar Abdullah Kamil dalam kitab ”<strong>Al Mutatharrifun</strong> : <em>Khawarij al-judud</em>” menyatakan bahwa  diantara ciri <em>Khawarij</em> kontemporer ini adalah : </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">1.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Fanatik atas pendapat sendiri (<em>ta’assub</em>)  dan tidak mengakui kebenaran pendapat yang lain, walaupun pendapat yang lain berdasarkan dalil syar’i, sehingga seakan akan merka menyatakan: ”pendapatku benar tidak ada salah sedikitpun, dan pendapat yang lain adalah salah dan tidak memiliki kebenaran walau sedikit. ” </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">2.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Memuliakan ulama dari  kelompok mereka dan berbangga dengan kelompok mereka sahaja serta menghina, merendahkan, kelompok lain, dan mencari kekuarangan dan kelemahan ulama atau pemimpin dari kelompok yang lain. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">3.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><em><span style="font-size:11pt;">Taqlid</span></em><span style="font-size:11pt;"> kepada pemimpin, kelompok dan kitab-kitab mereka dengan taqlid buta tetapi pada saat yang sama mereka mencela kelompok <em>madzhab</em> yang <em>bertaqlid</em> dengan imam mazhab fiqih sebab tidak sesuai dengan pendapat mereka. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">4.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Menutup pikiran daripada kebenaran yang disampaikan oleh pihak lain walaupun pihak lain mempunyai dalil yang jelas. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">5.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Menutup diri daripada mendalami ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan keagamaan, dan membatasi diri dengan pengajian kelompok, kitab-kitab tertentu, dengan rujukan ulama kelompok serta menamakan kelompok mereka dengan kelompok yang selamat (<em>firqah najiyah</em>). </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">6.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Kekurangan ilmu dan memahami agama dengan tidak seimbang, dan melebihkan satu ilmu dan memandang rendah ilmu yang lain. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">7.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Mudah memberikan fatwa terhadap suatu hukum halal dan haram, kafir dan syirik, sesat dan bidah tanpa memiliki kemampuan untuk memahami nash-nash Al-Quran dan hadis dan tidak memiliki kemampuan untuk menarik kesimpulan dari suatu hukum. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">8.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Menuduh ulama terdahulu dengan tuduhan jahil dan sesat sebab mereka tidak memahami metodologi <em>ushul fiqah</em> (ushul fikih), tidak memahami nash <em>qathi</em> dan <em>dzanni</em>, tidak memahami perbedaan ulama mujtahid dalam mengambil hukum. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">9.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Kaku kepada kelompok lain, sehingga mereka tidak akan memberi salam jika berjumpa dengan kelompok yang lain, tetapi akan berpelukan jika berjumpa dengan kelompoknya sendiri. Mereka tidak peduli dengan keadaan kelompok lain tetapi sibuk membantu kelompoknya sendiri. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">10.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Pemahaman yang salah terhadap <em>salaf, </em>sehingga mereka menyangka hanya kelompok mereka sahaja yang mengikut ulama <em>salaf, </em>sedangkan ulama lain tidak mengikuti salaf. Padahal mengikuti salaf adalah mengikuti akan kaedah memahami nash yang berkaitan dengan akidah, hukum dan <em>akhlak </em>dengan mengikuti metodologi penafsiran <em>nash, </em>dan merujuk kepada cara <em>salaf </em>dalam berijtihad dan memutuskan hukum. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">11.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Bersikap keras dan memberatkan, sehingga mereka tidak mengenal adanya keringanan (<em>rukhsah</em>), kemudahan  di dalam hukum. (Umar Abd. Kamil, <em>al Mutatharrifun</em>, 1998, hal.111-124).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;">Kesalahan khawarij dalam metodologi keilmuan </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Dr. Umar Abd Kamil juga menyatakan bahwa kelompok <em>Khawarij</em> bersikap demikian karena mereka salah dalam metodologi keilmuan seperti : </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">a.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Kesalahan dalam metode berfikir tanpa membedakan antara <em>kulliyah </em>dan <em>juziyyah, muhkamat </em>dan <em>mutasyabih, dzanniyat</em> dan <em>qath’iyyat</em>, kaidah memadukan antara <em>ta’arudh</em> dan <em>tarjih</em>, perbedaan antara hadis <em>daif</em> dan <em>maudhu’</em>, dan lain sebagainya. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">b.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Memakai metode ”<em>Dhahiriy</em>” dan <em>”harfiyah</em>”, dan menolak <em>qiyas, maslahaat, ihtihsan</em> dan tidak melihat kepada <em>maqasid syariah</em> dan <em>illat hukum</em>. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">c.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Memakai  <em>Mutasyabih</em> menjadi  <em>Muhkamat</em>. Maksud <em>Mutasyabih</em> adalah sesuatu yang mempunyai berbagai tafsiran, tetapi mereka menetapkan tafsiran mereka tanpa melihat tafsiran yang lain. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">d.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Kekeliruan dalam istilah antara <em>Iman, Islam, Kafir, Syirik, Fasik, Dzalim, Munafiq, Jahiliyah</em>, dan lain sebagainya, disebabkan tidak memahami makna bahasa antara makna <em>Majaz</em> dan <em>Hakikat</em>, antara iman dan iman yang sempurna, antara kafir maksiyat, dan kafir <em>i’tikad</em>, antara syirik besar dan syirik kecil, antara munafik akidah dan munafik amal, antara bid’ah yang sesat dan bid’ah yang <em>hasanah</em>. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">e.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Berlebih-lebihan dalam mengharamkan sesuatu, tanpa membedakan antara haram dan makruh, antara makruh <em>lit tahrim</em> dan makruh <em>lit tanzih</em>. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">f.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Mengambil ilmu hanya berdasarkan bacaan atas kitab, akhbar , atau majalah tanpa mengkaji lebih lanjut atau bertanya dan merujuk kepada ulama yang pakar dalam bidang tersebut. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">g.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Lemah dalam sejarah rasul, sejarah sahabat, dan sejarah Islam, dan sunatullah dalam kehidupan, serta fiqh keadaan dan keutamaan (<em>fiqhul waqi/fiqhul awlawiyat</em>) dan strategi dakwah (<em>fiqh dakwah</em>). </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span style="font-size:11pt;">h.</span><span style="font-size:7pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Metode berlawanan, sebagian-sebagian dan tidak menyeluruh. Pada waktu umat Islam tertinggal dalam kehidupan dunia, segera mereka meninggalkan kehidupan spiritual sibuk mengejar dunia, sedangkan di pihak yang lain meninggalkan dunia dan hidup <em>zuhud, </em>padahal Islam mengajarkan perpaduan antara kehidupan dunia dan akhirat, antara ilmu dan agama, antara kerja dan amal, antara material dan spiritual, dan lain sebagainya. (Umar Abd.Kamil, <em>al Mutatharifun</em>, 1998, hal.143-154).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Dari tulisan diatas dapat dilihat bahwa tidak setiap gerakan aliran keras dalam arti yang tidak setuju dengan pemerintah dapat dinamakan kelompok <em>khawarij</em>, apalagi jika gerakan tersebut untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, sebab <em>Khawarij</em> memiliki metodologi pemikiran tersendiri yang menyimpang dari pemikiran <em>ahlussunnah wal jamaah</em>. Semoga dengan tulisan ini kita dapat menilai apakah sesuatu gerakan tersebut dapat dinamakan <em>khawarij </em>atau bukan, sehingga tidak menimbulkan kekeliruan di tengah umat. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;">(Sumber : Muhammad Arifin Ismail, M.A, M.Phil, www.hidayatullah.com)</span></strong><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laodesabaruddin.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laodesabaruddin.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laodesabaruddin.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laodesabaruddin.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laodesabaruddin.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laodesabaruddin.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laodesabaruddin.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laodesabaruddin.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laodesabaruddin.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laodesabaruddin.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laodesabaruddin.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laodesabaruddin.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laodesabaruddin.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laodesabaruddin.wordpress.com/356/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=356&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/27/khawarij-antara-stigma-dan-kajian-sunnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cf51c2d614fe47d4ab8a3a29956bf46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BIOGRAFI MUSTAFA KEMAL AT-TATURK DAN  PERANNYA DALAM MERUNTUHKAN KHILAFAH UTSMANIYAH</title>
		<link>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/27/biografi-mustafa-kemal-at-taturk-dan-perannya-dalam-meruntuhkan-khilafah-utsmaniyah/</link>
		<comments>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/27/biografi-mustafa-kemal-at-taturk-dan-perannya-dalam-meruntuhkan-khilafah-utsmaniyah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 09:01:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LA ODE SABARUDDIN</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Biografi Mustafa Kemal At-Taturk]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah Utsmaniyah]]></category>
		<category><![CDATA[Mustama Kemal]]></category>
		<category><![CDATA[Penghianat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Khilafah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laodesabaruddin.wordpress.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Mustafa Kemal Pasha atau yang belakangan dikenal dengan Mustafa Kemal At-taturk adalah seorang keturunan Yahudi Dunama. Ia dilahirkan pada tahun 1881 pada musim semi di wilayah Salonica (bagian dari wilayah Turki), Bapaknya Ali Riza seorang pedagang, meninggal manakala Mustafa masih kecil, Ibunya Zubeyde, seorang perempuan berkemauan keras dan tulus. Pada tahun 1893, ia masuk suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=352&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="IN">Mustafa Kemal Pasha atau yang belakangan dikenal dengan Mustafa Kemal At-taturk adalah seorang keturunan Yahudi Dunama. Ia dilahirkan pada tahun 1881 pada musim semi di wilayah Salonica (bagian dari wilayah Turki), Bapaknya Ali Riza seorang pedagang, meninggal manakala Mustafa masih kecil, Ibunya Zubeyde, seorang perempuan berkemauan keras dan tulus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span>Pada tahun 1893, ia masuk suatu sekolah menengah militer. Kemudian pada tahun 1905, Mustafa Kemal lulus dari Akademi Peperangan di Istanbul dengan ranking Kapten Staff yang ditempatkan di Damaskus. Ia memulai membina sebuah organisasi dengan beberapa rekan kerjanya secara diam-diam yang disebut &#8221; Tanah Tumpah Darah dan Kebebasan&#8221; untuk melawan terhadap pemerintahan khilafah utsmaniyah. Pada tahun 1908 ia membantu kelompok pegawai untuk menjatuhkan Sultan Utsmaniyah. <span style="color:black;">Pada tahun 1915, manakala Dardanelles kampanye diluncurkan, Kolonel Mustafa menjadi seorang pahlawan nasional yang dipromosikan. Pada tahun<span> </span>1916, saat ia berumur 35, ia membebaskan dua provinsi utama di Kalkun dari timur. </span>Mustafa menikah dengan Latife Usakligil pada awal tahun 1923. Perkawinan ini berakhir dengan perceraian pada tahun 1925. <span id="more-352"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="IN"><span> </span>Mustafa Kemal banyak berperan dalam upaya meruntuhkan Daulah Khilafah semenjak ia menjadi agen Inggris. </span><span lang="IN">Perang Dunia I berakhir ditandai dengan gencatan senjata antara dua pihak yang bertempur. Pasukan Sekutu yang dipimpin Inggris termasuk di dalamnya Perancis dan Itali melawan daulah Utsmaniyah yang bersekutu dengan Jerman. Pasca-perang, Sekutu memperoleh kemenangan yang gemilang. Sementara Daulah &#8216;Utsmani hancur berkeping-keping menjadi negara-negara bangsa yang kecil-kecil. Sekutu berhasil menguasai seluruh Negara Arab, Mesir, Siria, Palestina, Timur Yordan, dan Iraq dipaksa melepaskan diri dari kesatuan Negara Islam. Berbagai macam perjanjian disusun oleh Mustafa Kemal atas konspirasi Inggris menysul berbagai kerusuhan yang terjadi di wilayah yang dikuasai Turki Utsmani. Perjanjian-perjanjian itu tak lain adalah usaha untuk memecah belah negeri-negeri kaum muslimin sehingga mereka lemah.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt -4.05pt 6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Di tangan penguasa &#8216;Utsmani tidak ada yang tersisa selain Negara Turki. Turki sendiri sudah disusupi Sekutu. Angkatan Laut Inggris menguasai pelayaran. Pasukannya menduduki sebagian ibukota, semua pelayaran Selat Dardanella (wilayah perang paling rawan) dan medan-medan pertempuran yang penting di semua wilayah Turki. Pasukan Perancis menduduki sebagian Istanbul dan memenuhi jalan-jalan Sinegal. Tentara Itali menganeksasi Beira dan jalur rel kereta api. Para perwira sekutu mengatur tata tertib kepolisian, penjagaan tanah air, dan pelabuhan. Mereka juga melucuti senjata para perwira Turki dan mensipilkan sebagian besar mereka. <em>Jam&#8217;iyyatu al-Ittihaadi wa al-Taraqiy</em> (Komite persatuan dan kemajuan) menyusut. Jamal Pasya dan Anwar Pasya lari keluar negeri. Sisa-sisa anggota <em>jam&#8217;iyyah</em> menyembunyikan diri.<span> </span>Pemerintahan yang sakit ini akhirnya dibentuk kembali dengan kepemimpinan Taufiq Pasya agar menjalankan instruksi-instruksi musuh yang berkuasa. Ketika itu Khalifah Negara Islam adalah Wahiduddin (Muhammad ke-5). Dia melihat bahwa dirinya berada di depan masalah ini dan harus bertanggung jawab. Karena itu, dia bertekad akan menyelamatkan kedudukannya dengan cara yang sangat bijak. Langkah pertama yang ditempuhnya membubarkan parlemen dan menyerahkan jabatan perdana menteri kepada sahabat karibnya yang paling jujur, Damad Farid. Dia mendukung pandangannya yang perilaku politiknya ramah terhadap Sekutu dan tidak mengambil sikap oposan supaya tidak menyebabkan hancurnya negara. Apalagi peperangan telah berhenti. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Khalifah akhirnya benar-benar melaksanakan kebijaksanaannya ini. Kondisinya pun masih tetap seperti semula karena Sekutu masih terus mengontrol, sementara Turki terlena dalam kebekuan hingga pertengahan tahun 1919 M. Di ujung tahun ini keadaan mulai berubah dan berganti. Kelemahan menggerogoti kedudukan Sekutu. Itali, Perancis, dan Inggris mengalami kelesuan yang sangat parah karena pertikaian masalah ras. Konflik internal sangat tajam<span> </span>hingga nyaris mencerai-beraikan barisan kesatuan mereka. Di antara negara-negara Sekutu sendiri pun telah dirayapi pertikaian. Indikasinya terlihat di Istambul di tengah para aktor politik Sekutu yang memperebutkan harta rampasan perang. Tiap-tiap anggota negara-negara Sekutu berambisi untuk memperoleh bagian yang paling besar dari markas-markas militer dan keistimewaan-keistimewaan ekonomi yang dikuasainya. Kondisi ini sebenarnya sangat memungkinkan bagi Turki mencoba membidikkan anak panahnya yang terakhir sehingga diharapkan dapat menyelamatkan kedudukan daulah. Tindakan ini seharusnya diambil Turki setelah melihat Sekutu dalam keadaan lemah dan saling bertikai sampai-sampai di antara sesama mereka saling<span> </span>berebut membakar Turki agar melawan negara-negara tertentu dan membantu mengalahkan negara-negara tertentu lainnya dari kelompok yang sama, yaitu Sekutu. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Pasca-perang, di tengah konflik internal Sekutu, konferensi perdamaian belum ditetapkan. Syarat-syarat perdamaian juga belum dirumuskan. Sementara di ufuk, kilauan kecermelangan angan-angan mulai tampak. Di tengah kehidupan manusia, keyakinan akan kemungkinan menyusun gerakan perlawanan mulai membentuk. Akan tetapi, Inggris lebih dulu menangkap tanda-tanda ini. Dengan cepat, Inggris mempekerjakan Mushthafa Kamal. Dia harus berjalan sesuai dengan garis politik Inggris, melaksanakan kebijakan globalnya, dan mewujudkan misi utamanya yang hendak menghabisi Negara Khilafah. Maka, di Istambul dibentuk kelompok-kelompok rahasia yang jumlahnya lebih dari 10 buah. Tujuannya mencuri senjata dari gudang-gudang negara (Daulah &#8216;Utsmani) yang pengawasannya sudah dibeli supaya tunduk pada musuh. Di samping itu, Inggris juga mengirimkan sistem aturannya yang samar dan menyusupkannya ke<span> </span>dalam daulah. Sebagian pejabat resmi justru membantu penyusupan ini. Untuk lebih memperlancar keberhasilan misi politik Inggris, maka &#8216;Ashamta diangkat menjadi wakil mentri peperangan, Fauzi menjadi kepala kesatuan militer, Fathiy menjadi mentri dalam negeri, dan Rauf menjadi mentri kelautan. Mereka semua membantu gerakan-gerakan bawah tanah. Maka tidak heran jika kelompok-kelompok ini berdiri dalam jumlah yang banyak. Tujuannya yang paling penting adalah menjalankan permusuhan rahasia terhadap musuh. Lalu muncul kelompok <em>al-Ittihad wa al-Taraqiy.</em> Sebagian kelompok militer yang sistematis bergabung dengan gerakan-gerakan ini. Kemudian gerakan-gerakan berkumpul dalam satu wadah di bawah pimpinan Mushthafa Kamal. Dia memainkan peran penting dalam memberikan perlawanan terhadap Sekutu (selain Inggris karena Mushthafa bekerja untuknya) dan mengusir mereka dari daulah. Dalam waktu yang sama, Mushthafa Kamal juga memusuhi pasukan khalifah ketika menentang aksi politis dan militernya yang memusuhi Sekutu. Dalam operasi ini, Mushthafa Kamal memperoleh hasil yang besar. Kemudian dia melihat bahwa pemerintah pusat dan kekuasaan di Istambul jatuh di bawah kontrol Sekutu. Karena itu, sebagai gantinya dia harus menjalankan pemerintahan kebangsaan di Anatoli.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Dalam melaksanakan aksinya, Mushthafa Kamal mengawali revolusinya dengan memberi baju kebangsaan dan mengakhirinya dengan melenyapkan kekhilafahan dan memisahkan Turki dari bagian-bagian wilayah Daulah &#8216;Utsmani. Bukti di lapangan menunjukkan revolusi Mushthafa Kamal untuk kepentingan Inggris. Inggrislah yang menyiapkan segala hal untuk kesuksesan revolusi ini. Inggris mengirim Mushthafa Kamal agar mengadakan revolusi.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Mushthafa Kamal mengadakan muktamar kebangsaan di Swiss dan berhasil mengeluarkan berbagai keputusan, di antaranya tentang sarana dan pola strategi (wasilah dan uslub) yang memiliki tanggung jawab politik dalam mengamankan kemerdekaan Turki. Muktamar juga berhasil mengambil berbagai keputusan. Satu di antaranya memilih Komite Pelaksana dan Mushthafa Kamal ditunjuk sebagai pemimpin komite. Tidak berapa lama muktamar mengirimkan mosi peringatan kepada penguasa. Isi mosi menuntut Perdana Mentri Farid diturunkan dari jabatannya dan melangsungkan pemilihan parlemen baru yang bebas. Di bawah tekanan muktamar, sultan dipaksa tunduk untuk memenuhi tuntutan-tuntutannya sampai akhirnya sultan menurunkan perdana mentri dan mengangkat &#8216;Ali Ridha menggantikan kedudukan<span> </span>Farid. Sultan juga memerintahkan perdana mentri baru (Ali Ridha) untuk mengadakan pemilihan anggota parlemen baru yang sebagian besar tunduk pada para peserta muktamar. Mereka sukses menyusun parlemen baru.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Akibat dari kesuksesan ini berhasil memboyong muktamar dan para anggotanya ke Ankara. Semenjak itu, Ankara menjadi pusat kegiatan politik. Anggota muktamar mengadakan perkumpulan di Ankara. Agendanya mengusulkan parlemen agar berkumpul di Istambul dan setelah itu membubarkan muktamar yang anggotanya telah resmi menjadi anggota parlemen. Akan tetapi, Mushthafa menentang dua pikiran ini dan mengatakan, <em>&#8220;Muktamar harus dilanjutkan hingga keberpihakan parlemen pada keadilan menjadi jelas dan politiknya juga jelas. Mengenai kepindahan parlemen ke ibukota tidak lain merupakan tindakan dungu yang gila. Kalian seandainya melakukannya, niscaya kalian menjadi manusia di bawah belas kasihan musuh yang asing. Inggris akan selalu mengontrol daulah dan kekuasaan akan memasuki urusan kalian dan mungkin akan menahan kalian. Kalau begitu parlemen harus tetap diadakan di sini! Di Ankara! Agar kemandiriannya tetap terjaga.&#8221;</em> Dengan total, Mushthafa Kamal terus-menerus memaksakan idenya, akan tetapi tidak berhasil mengangkat anggota dewan yang akan mengadakan sidang parlemen di Ankara. Anggota dewan justru pergi ke ibukota (Istambul) dan mengatakan pada khalifah tentang dukungan mereka terhadapnya. Kemudian mereka bekerja menekuni tugas mereka masing-masing. Demikian itu terjadi di bulan Januari tahun 1920 M.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Akan tetapi, sultan justru berusaha memenuhi kehendaknya agar anggota dewan melaksanakannya, namun mereka menolak dan menampakkan kekukuhan memegang hak-hak negara. Ketika tekanan sultan terhadap mereka mengeras, mereka malah menyebarkan opini umum tentang deklarasi kebangsaan yang telah ditetapkan muktamar, di Swis. Deklarasi ini mencakup syarat-syarat penerimaan perdamaian berdasarkan asas deklarasi. Dan, yang paling penting, agenda menjadikan Turki merdeka masuk dalam ketetapan Deklarasi Swis. Tentu keputusan ini menyenangkan Sekutu, apalagi Inggris. Karena keputusan inilah yang sebenarnya mereka upayakan, di samping upaya lain dengan menggiring penduduk daulah mengeluarkan keputusan yang sama. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Menilik dari indikasi-indikasi ini, dapat diketahui bahwa semua negeri yang diperintah Daulah &#8216;Utsmani yang notabene Negara Islam pasca-Perang Dunia I membuat konsensus kebangsaan yang mengandung satu komitmen saja, yaitu memerdekakan diri sebagai negara merdeka yang berdiri sendiri dan terpisah dari Daulah &#8216;Utsmani. Konsensus ini persis dengan yang dikehendaki Sekutu. Iraq membuat deklarasi kebangsaan. Agendanya mewujudkan Negara Iraq merdeka. Siria membuat piagam kebangsaan. Targetnya memerdekakan Siria menjadi Negara Siria yang berdiri sendiri. Begitu juga Palestina, Mesir, dan negeri-negeri Islam lainnya. Kenyataan ini tentu sangat menggembirakan Sekutu, apalagi Inggris. Lebih-lebih dengan adanya deklarasi kebangsaan Turki. Gerakan-gerakan kebangsaan itu sesuai dengan apa yang dikehendaki mereka (Sekutu dan Ingris). Kebijakan global mereka adalah memecah-belah Daulah &#8216;Utsmani dan membagi-baginya menjadi beberapa negara hingga tidak kembali menjadi satu negara yang kuat yang menjalankan pemerintahan negara kaum muslimin. Seandainya tidak ada deklarasi dan perjanjian ini yang disukseskan oleh Sekutu dengan ketetapannya dalam semua wilayah daulah, niscaya persoalannya akan menjadi lain. Demikian itu karena Daulah &#8216;Utsmani adalah negara satu dan semua wilayahnya dihitung menjadi bagian darinya. Semuanya berjalan di atas sistem yang satu, bukan federal. Dalam Negara Islam tidak ada perbedaan antara Hijaz dan Turki. Juga tidak ada perbedaan antara panji-panji Quds dan Iskandarunah. Karena semuanya satu negara. Dalam kasus persekutuan antara Turki-Jerman, menyerang Turki samahalnya menyerang Jerman. Persamaannya sebanding karena keduanya bersekutu dalam peperangan. Syarat-syarat perdamaian yang ditetapkan pada salah satu di antara keduanya (Ottoman dan Jerman) juga berlaku pada yang lain. Jika penduduk Jerman tidak menyia-nyiakan atau menceraiberaikan negaranya meski hanya sejengkal tanahnya juga tidak memutus hubungan, maka demikian juga keadaan yang seharusnya ada di Daulah &#8216;Utsmani tidak boleh memutus hubungan. Sekutu mengetahui hal itu dan mereka telah mempertimbangkan dengan seribu pertimbangan. Namun, orang-orang &#8216;Utsmani sendiri menuntut daulah mereka menjadi beberapa negara bagian yang berdiri sendiri.<span> </span>Bangsa Arab maupun Turki sama-sama menghendaki demikian. Maka, adakah yang paling cepat disambut dan didorong oleh Sekutu melebihi fakta demikian ini, apalagi tuntutan pelepasan negeri-negeri juga muncul dari pusat daulah (Turki) sendiri. Lebih-lebih Turki yang memegang peran paling banyak dalam menjalankan pemerintahan daulah juga berusaha menjadikan Negara Turki Merdeka.<span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Karena itu, Sekutu menyimpulkan komite perjanjian kebangsaan Turki adalah kemenangan terakhir bagi mereka. Dengan alasan adanya pengaruh penyebaran<span> </span>perjanjian kebangsaan, maka Sekutu membiarkan Turki bebas melakukan perlawanan. Dari setiap tempat, mereka menyeret Turki. Sementara kekuatan Inggris dan Perancis menyeret dari dalam dan memompa semangat kebangsaan Turki sehingga menjadi semakin kuat. Di dalam negeri timbul gerakan perlawanan yang menentang musuh (Sekutu) di mana gerakan itu berbalik menjadi revolusi menentang sultan. Itulah yang memaksa sultan menyiapkan pasukan dan mengirimkannya dengan serangan dan perlawanan yang kuat. Semua orang bergabung dengan sultan kecuali Ankara yang memang menjadi pusat revolusi. Ankara sendiri hampir-hampir jatuh. Semua desa yang mengepungnya bergabung menjadi satu di bawah bendera sultan dan berpihak pada pasukan khalifah. Mushthafa Kamal dan para pengikutnya di Ankara berada dalam kondisi yang sangat kritis dan terpuruk. Meski demikian, Mushthafa Kamal tetap melakukan perlawanan. Dia membakar api semangat baru dalam sentuhan nasionalis Turki. Upaya Mushthafa Kamal berhasil. Tekad dan semangat nasionalis mereka berkobar kembali. Di berbagai wilayah dan desa-desa Turki tersebar berita tentang keberhasilan Inggris menduduki ibukota, banyak kaum nasionalis yang ditawan, rumah-rumah parlemen ditutup dengan paksa, sementara bantuan atau dukungan sultan dan pemerintahannya terhadap mereka macet. Keadaan menjadi berubah. Orang-orang berpaling dari sultan. Opini umum digiring untuk mendukung kaum nasionalis di Ankara. Kaum pria dan wanita berbondong-bondong mendatangi Ankara untuk berjuang mempertahankan Turki. Banyak pasukan khalifah yang lari dan bergabung dengan pasukan Mushthafa Kamal yang telah menjadi pusat pandangan Turki dan figur yang mengikat cita-cita kebangsaan Turki. Kelompoknya menjadi kuat. Kebanyakan negara dan wilayah-wilayah daulah di dalam genggamannya. Melihat kondisi yang menguntungkan pihaknya, Mushthafa Kamal mengeluarkan selebaran-selebaran yang mengajak untuk memilih Komite Kebangsaan yang kedudukannya di Ankara. Pemilihan berhasil dilaksanakan dan anggota-anggota dewan yang baru juga berhasil dikumpulkan. Mereka (para anggota dewan) mendeklarasikan diri sebagai <em>al-Jam&#8217;iyyah al-Wathaniyyah al-Kubraa</em> (komite kebangsaan besar). Bahkan, mereka juga menyatakan bahwa mereka adalah pemerintahan yang sah, kemudian memilih Mushthafa Kamal menjadi pemimpin komite.</span><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Ankara menjadi pusat pemerintahan kebangsaan. Semua unsur kebangsaan Turki bergabung dan memusat di Ankara. Mushthafa Kamal berdiri tegak. Dengan halus, dia melanjutkan operasinya, melumatkan sisa-sisa pasukan khalifah, dan menghentikan perang saudara. Kemudian dia mencurahkan perhatian untuk memerangi dan mengacaukan Yunani dalam pertempuran-pertempuran berdarah. Pada mulanya kemenangan berpihak pada Sekutu. Kemudian persoalan-persoalan berubah dan neraca Mushthafa Kamal lebih berat. Bulan Agustus 1921 sampai masa yang menguntungkan, Mushthafa Kamal berhasil berdiri tegak. Dengan sekali hantaman kilat, dia mampu mengakhiri pertempuran dengan kemenangannya terhadap Yunani yang telah menduduki Izmir dan sebagian pantai Turki. Di awal-awal September 1921<span> </span>Mushthafa Kamal mengirim delegasi ke &#8216;Ashamta untuk menemui Harnajitun guna mengadakan kesepakatan pemecahbelahan wilayah khilafah. Di sana Sekutu sepakat untuk mengusir Yunani dari Turis, Konstantinupel, dan Turki dan menawannya. Dari urutan langkah-langkah Mushthafa Kamal dapat dilihat bahwa kesepakatan Sekutu merupakan bentuk sambutan menerima Mushthafa Kamal untuk segera menghabisi pemerintahan Islam. Karena itu, tidak aneh jika Anda menemukan indikasinya, yaitu ketika komite kebangsaan mendebatnya tentang masalah Turki setelah kemenangan-kemenangan yang dijaganya, Mushthafa Kamal justru berpidato dengan mengatakan, <em>&#8220;Saya bukanlah seorang mukmin yang terikat dengan liga (pengikut kelompok) negara-negara Islam, tidak juga hingga dengan kelompok bangsa-bangsa &#8216;Utsmani. Masing-masing orang dari kita mempercayai pendapat yang dilihatnya. Pemerintah harus meyakini (memegang teguh) politik yang kokoh yang disusun dan dibangun di atas sejumlah nilai esensiil yang memiliki tujuan satu dan tunggal. Politik itu untuk menjaga kehidupan kebangsaan. Wilayah independennya masuk dalam bingkai batas-batasnya yang bersifat geografis. Maka, tidak ada sentimen rasa (iman) dan tidak pula angan-angan (kekhilafahan) yang harus berpengaruh dalam politik kita. Kita harus menjauhkan mimpi dan khayalan. Di masa lalu hal itu telah membebani kita dengan ongkos yang mahal.&#8221;</em></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Seperti demikianlah yang dikehendaki Mushthafa Kamal (Inggris dan Sekutu). Dia mengumumkan bahwa dirinya menghendaki kemerdekaan Turki dengan sifat kebangsaan Turki, bukan umat Islam. Sebagian anggota dewan dan para politisi menuntut kepadanya untuk menjelaskan pendapatnya tentang hal-hal yang menjadi kewajibannya membentuk pemerintahan baru di Turki. Tentu tidak masuk akal jika Turki memiliki dua pemerintahan sebagaimana yang ditetapkan ketika itu, yaitu pemerintahan yang ditentukan batas waktunya dan memiliki kekuasaan yang kedudukannya di Ankara dan pemerintahan resmi di ibukota (Istambul) yang dikepalai oleh sultan dan para mentrinya. Para politisi mendesak terus meminta penjelasan pendapat Mushthafa Kamal tentang kebijakan ini, namun dia tidak menjawabnya dan menyembunyikan niatnya. Akibatnya, opini umum berkobar dan menyudutkan Khalifah Wahiduddin sebab dia membantu Inggris dan Yunani hingga kemarahan bangsa berkobar dan menyerang khalifah.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Di tengah-tengah iklim politik yang memanas dan rasa dendam pada sultan, kelompok Komite Kebangsaan menjelaskan garis kebijakannya tentang persoalan sultan dan pemerintahan. Mushthafa Kamal tahu bahwa dirinya mampu mengangkat (memuaskan) anggota dewan dengan melepaskan Wahiduddin dan menghapus kesultanan. Akan tetapi, dia tidak berani berlaku gegabah dengan menyerang khilafah. Sebab hal itu dengan sendirinya akan menyentuh perasaan keislaman seluruh bangsa. Karena itu, dia tidak menghapus khilafah dan tidak menentangnya. Hanya saja dia mengusulkan adanya aturan yang memisahkan antara kekuasaan dan khilafah, lalu dia menghapus kesultanan dan mencabut Wahiduddin dari kekuasaan (bukan lembaga khilafah). Apa yang didengar anggota dewan mengenai usulan ini membuat mereka diam memberengut. Mereka mulai menyadari bahaya usulan ini yang dibebankan oleh Mushthafa Kamal kepada mereka agar menetapkannya. Mereka bermaksud mendiskusikan dan menyanggah usulan. Namun, Mushthafa Kamal takut akan akibat diskusi ini. Maka, dia mendesak dewan agar mengambil ide yang diusulkannya. Untuk mengegolkan usulannya, Mushthafa Kamal memperkuatnya dengan 80 anggota dewan dari para pendukung setianya. Akan tetapi, majelis tetap menolaknya dan menyerahkan atau memandatkan usulan itu kepada Komite Perundang-undangan agar membahasnya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Ketika Komite mengadakan rapat di hari berikutnya, Mushthafa Kamal juga menghadiri majelis yang menjadi tempat berkumpul anggota Komite. Dia duduk sambil mengawasi aksi-aksi para anggota Komite. Akhirnya, perdebatan tentang usulan Mushthafa Kamal tidak bisa dihindari, bahkan terus berlangsung hingga beberapa waktu. Sejumlah anggota majelis dari kalangan para ulama dan pembela kebenaran menentang usulan ini. Mereka memberi argumen-argumen kuat dengan didasarkan pada nash-nash syar&#8217;i. Menurut mereka, usulan Mushthafa Kamal bertentangan dengan syara&#8217; karena di dalam Islam tidak ditemukan kekuasaan agama, kekuasaan lainnya, dan kekuasaan dunia. Kesultanan dan khilafah adalah sesuatu yang satu. Di sana tidak ditemukan sesuatu yang dinamakan agama dan lainnya dinamakan daulah. Bahkan, dalam sistem ini, ada sistem Islam dan daulah dikatagorikan bagian dari sistem ini. Daulahlah yang menjalankan sistem ini. Karena itu, Komite Perundang-undangan tidak menemukan alasan apapun yang membenarkan pemisahan ini, bahkan tidak menemukan kebenaran bahasan. Nash-nash Islam sangat jelas menerangkan persoalan ini. Karena itu, Komite menolak usulan ini. Akan tetapi, Mushthafa Kamal berpikiran lain. Dia sudah bertekad akan memisahkan agama dari negara (Daulah Islam). Caranya dengan memisahkan kesultanan dari khilafah. Ini merupakan langkah awalnya untuk menghapus khilafah, di samping sebagai pelaksana peran yang telah disiapkan oleh Inggris untuk menghabisi Daulah Khilafah dan sebagai bentuk pemenuhan tuntutan Sekutu kepadanya hingga mereka berhasil mengakhiri riwayat Daulah Islam melalui tangan rakyatnya sendiri. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Melihat perdebatan-perdebatan Komite dan arah pembicaraannya yang menggores syaraf-syarafnya, maka Mushthafa Kamal spontan meloncat berdiri. Dia kemudian melangkah ke depan lalu mengambil tempat. Dia duduk dalam keadaan sangat marah, lalu memutus perdebatan Komite dengan berteriak keras: <em>&#8220;Hai Tuan-tuan! Kesultanan &#8216;Utsmani telah merampas kepemimpinan bangsa dan kekuatan yang diyakini bangsa yang hendak menuntut kembali dari sultan. Kesultanan merampasnya dengan kekuatan. Kesultanan harus dipisahkan dari khilafah dan dibatalkan! Baik kalian setuju atau tidak, hal itu pasti akan terjadi! Setiap persoalan yang terdapat dalam urusan ini pasti akan menjatuhkan sebagian kepala kalian dalam lipatan itu.&#8221;</em> Dia berkata dengan bahasa seorang diktator. Dia memecah perkumpulan Komite, kemudian seketika itu Komite Kebangsaan dipanggil agar membahas usulannya. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Ditilik dari arah diskusinya, tampak jelas bagi Mushthafa Kamal bahwa arah opini Komite yang menonjol condong pada pembatalan usulannya. Tanda-tanda ini mendorong para pendukungnya berkumpul di seputarnya dan meminta dewan memberikan pendapat tentang usulan Mushthafa Kamal dengan cara mengangkat tangan. Akan tetapi, anggota dewan tidak setuju dan memprotes cara ini seraya berkata, <em>&#8220;Jika harus memberi pendapat, maka harus diserukan dengan nama.&#8221;</em> Namun, Mushthafa Kamal menolaknya. Dengan suara mengancam, dia berteriak keras, <em>&#8220;Aku setuju dengan majelis yang menerima usulan dengan kesepakatan pendapat. Pengambilan suara cukup dengan mengangkat tangan.&#8221;</em> Usulan pun dilontarkan untuk meminta suara dan tidak ada yang mengangkat kecuali sedikit tangan. Akan tetapi, anehnya, hasil akhir tetap memutuskan bahwa majelis telah mengesahkan usulan Mushthafa Kamal dengan suara bulat. Anggota dewan bingung. Mereka<span> </span>tidak bisa menerima dagelan ini.<span> </span>Sebagian mereka meloncat ke atas tempat duduk dengan berteriak lantang, <em>&#8220;Keputusan ini tidak sah dan kami tidak setuju!&#8221;</em> Para pendukung al-Ghaziy (Mushthafa Kamal) ganti berteriak mendiamkan mereka. Maka suasana sidang menjadi kacau. Mereka saling mengecam dan menuduh. Sementara pemimpin dewan mengumumkan sekali lagi &#8220;hasil akhir sidang&#8221; dengan menyatakan bahwa Komite Kebangsaan Besar Turki (al-Jam&#8217;iyyatu al-Wathaniyyah al-Kubraa) memutuskan dengan &#8220;suara bulat&#8221; bahwa kesultanan dihapus (dipisahkan dari lembaga khilafah). Kemudian pecahlah majelis. Mushthafa segera meninggalkan ruangan yang diiringi para pengikutnya. Ketika Khalifah Wahiduddin mengetahui hal itu, dia lari dengan ketakutan. Pengaruh &#8220;keputusan dewan&#8221; yang diumumkan membuatnya lari. Dan, kekosongan kekhilafahan ini harus segera diisi. Maka, saudaranya, Abdul Majid dipanggil dan didaulat menjadi khalifah kaum muslimin yang kosong dari semua kekuasaan [karena keputusan dewan]. Dengan sebab itu, dia menjadi khalifah tanpa kekuasaan. Daulah terus-menerus tanpa penguasa yang syar&#8217;i.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Jika kesultanan atau kekuasaan dipisahkan dari khilafah, maka siapakah yang menerapkan hukum dan menjalankan pemeritahan? Mushthafa Kamal sangat berambisi untuk memisahkan kesultanan dari khilafah. Dia sudah merencanakannya lebih dulu sebelum menentukan bentuk pemerintahan yang akan menggantikan kekhilafahan. Kekhilafahan akan diubah menjadi Pemerintahan Turki. Karena itu, dia menentukan bentuk pemerintahan baru setelah menghapus (memisahkan) kesultanan. Apakah Mushthafa Kamal akan menyusun parlemen ketika masih menjadi kepala pemerintahan bidang perundang-undangan, sementara khalifah masih &#8220;memiliki&#8221; kekuasaan (pengaruh, bukan wewenang formal) karena penghapusan [kekuasaan] dianggapnya tidak memiliki pengaruh (tidak sah)? Khalifah tidak menerima Mushthafa Kamal yang hendak menyusun parlemen. Namun, Mushthafa Kamal menyembunyikan apa yang menjadi tekadnya. Kemudian dia melanjutkan operasinya dengan dukungan kekuatan dan kekuasaan yang dimilikinya, dan menjalankan pemerintahan melalui jalur kebangsaan. Dia membentuk partai yang dinamakan Partai Kebangsaan. Tujuannya adalah untuk mengambil opini umum menjadi milikya. Meski langkah-langkahnya sudah sedemikian jauh, Mushthafa Kamal tidak bisa memungkiri bahwa suara mayoritas di Komite adalah lawannya setelah dia mengumumkan dengan paksa pemisahan kesultanan dari khilafah. Karena itu, dia perlu mengambil inisiatif untuk diumumkan tentang bentuk pemerintahan yang ditetapkannya, yaitu Pemerintahan Republik Turki dan memproklamirkan dirinya sebagai presidennya. Kemudian Mushthafa Kamal bekerja keras untuk menjerumuskan Komite dalam berbagai kemelut berdarah sehingga dia punya alasan untuk meminta pembatalan parlemen (parlemen lama) yang menjalankan pemerintahan dan mengajukan pembatalannya pada Komite Kebangsaan. Komite tidak menemukan orang yang pas untuk menguasai parlemen. Setelah kemelut memuncak, dia usul pada komite agar Mushthafa Kamal menguasai parlemen. Komite pun menerimanya karena keadaannya memang sangat genting dan Mushthafa Kamal dipercaya untuk mengatasinya. Komite meminta Mushthafa Kamal menguasai (memerintah) parlemen dan menyelesaikan krisis. Pada mulanya, dia menampakkan kesulitan, kemudian menjawab permintaan, lalu naik ke pelaminan dan berkata kepada anggota dewan: <em>&#8220;Kalian telah mengirimkan utusan untuk memintaku agar menyelamatkan keadaan dalam benaman krisis yang susul-menyusul. Akan tetapi, krisis ini akibat perbuatan kalian. Tidaklah tempat pertumbuhan krisis ini adalah persoalan yang lewat saja (sepele), tetapi telah meninggalkan garis kebijakan yang mendasar dalam sistem pemerintahan kita. Maka dari itu, Komite Kebangsaan menjalankan fungsi kekuasaan merumuskan hukum dan undang-undang serta kekuasaan pelaksana dalam satu waktu. Setiap dewan dari kalian harus bersekutu dalam mengeluarkan setiap keputusan dengan mentriku dan menyusupkan jari-jarinya dalam tiap birokrasi pemerintahan. Setiap keputusan milik mentri. Hai Tuan-tuan, tidaklah seorang mentri (pejabat tinggi dalam pemerintahan khilafah) mampu memikul tanggung jawab dan menerima kedudukan dalam kondisi seperti ini? Kalian harus menyadari bahwa pemerintahan yang berdiri di atas asas ini adalah pemerintahan yang mustahil mampu mewujudkannya. Jika dijumpai pemerintahan seperti itu, maka itu bukanlah pemerintahan, bahkan merupakan kekacauan. Kita wajib mengubah kebijakan ini. Karena itu, aku memutuskan Turki menjadi Republik yang memiliki seorang presiden yang dipilih melalui pemilihan umum.&#8221;</em> Setelah menyelesaikan pidatonya, dia mengumumkan rumusan yang dijanjikan sebelumnya, yaitu mengubah Negara Islam menjadi Republik Turki dan Mushthafa Kamal dipilih menjadi presiden Turki pertama. Dengan demikian, dia mengangkat dirinya menjadi penguasa hukum undang-undang negara.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Akan tetapi, persoalannya tidak segampang sebagaimana yang dikehendaki Mushthafa Kamal. Bangsa Turki adalah bangsa muslim. Apa yang dilakukan Mushthafa Kamal adalah bentuk penentangan terhadap Islam. Negara didominasi pemikiran yang menyatakan bahwa Mushthafa Kamal bertekad menghabisi Islam. Pemikiran ini diperkuat dengan perilaku-perilaku Mushthafa Kamal sendiri yang jelas-jelas mengingkari dan melanggar Islam di sepanjang hidupnya, khususnya dalam menentang semua hukum syara&#8217;. Dia juga sering menampakkan pelecehan atau merendahkan setiap keputusan suci atau hukum yang berlaku di tengah kehidupan kaum muslimin. Mayoritas umat yakin bahwa Pemerintahan Ankara yang bertanah keras adalah pemerintahan kufur yang bertanah tandus. Masyarakat akhirnya bergabung di seputar Khalifah Abdul Majid dan berusaha untuk mengembalikan kekuasaan kepadanya dan menjadikannya penguasa yang akan menghukum kaum murtad. Mushthafa Kamal mengetahui bahaya yang mulai membesar. Dia juga melihat bahwa mayoritas rakyat membencinya dan mempersepsikannya sebagai seorang zindiq, kafir, dan ateis. Mushthafa Kamal berpikir keras tentang persoalan ini. Akhirnya, dia memantapkan langkahnya dengan meningkatkan aktifitas propaganda menentang khalifah dan khilafah. Di setiap tempat dan kesempatan, dia membakar gelora semangat Komite Kebangsaan hingga Undang-undang Pemberantasan (subversif) semakin dipertajam dengan menyatakan bahwa setiap penentang Republik dan setiap dukungan terhadap sultan dicap sebagai pengkhianat yang diancam hukuman mati. Kemudian dalam setiap mejelis pertemuan, apalagi dalam Komite Kebangsaan (Dewan Nasional), Mushthafa Kamal membahas, memperbincangkan, dan mengumumkan bahaya khilafah.<span> </span>Lebih jauh, Mushthafa Kamal menyiapkan iklim yang mendorong penghapusan khilafah. Sebagian anggota dewan membicarakan manfaat khilafah bagi Turki dari sisi diplomasi. Akan tetapi, Mushthafa Kamal menentang mereka dan berkata pada Komite Nasional: <em>&#8220;Tidakkah sebab khilafah, Islam, dan tokoh-tokoh agama, khalifah memerangi orang-orang desa Turki dan mereka mati selama lima abad? Sekarang ini Turki baru melihat kepentingannya dan tidak menghiraukan India dan Arab, serta melaksanakan pemerintahan sendiri dan bebas dari penguasaan kaum muslimin.&#8221;</em></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Seperti demikianlah langkah-langkah Mushthafa Kamal. Dia menjalankan aksinya dalam propaganda-propaganda menentang khilafah dengan menjelaskan bahaya-bahayanya bagi Turki, sebagaimana menjelaskan bahaya-bahaya khalifah terhadap dirinya. Dia menggambarkan khalifah dan para pendukungnya dengan gambaran yang tidak jujur dan menampakkan gambar mereka dengan penampakan yang dibuat-buat Inggris. Tidak cukup dengan itu saja. Bahkan, dia juga menciptakan gelombang ketakutan yang menentang orang-orang yang mendukung khilafah. Seorang anggota dewan meneriakkan keberpihakannya pada khilafah dengan keras. Dia dengan tegas<span> </span>menunjukkan pembelaannya pada agama. Melihat penentangan ini, tidak ada cara lain yang bisa dilakukan Mushthafa Kamal kecuali menugaskan seseorang secara rahasia untuk membunuh anggota dewan itu di malam hari. Dengan segera,<span> </span>petugas rahasia dari geng Mushthafa Kamal membunuh anggota dewan tersebut di tengah perjalanan pulang ke rumahnya dari pertemuan Komite Nasional. Seorang anggota dewan lain menyampaikan orasi Islam, lalu Mushthafa Kamal mendatanginya dan mengancamnya dengan hukuman gantung jika dia masih membuka mulutnya sekali lagi. Seperti demikianlah cara-cara yang dilakukan Mushthafa Kamal. Dia menebarkan ketakutan si sepanjang daulah. Dia juga menugaskan seorang hakim Istambul untuk melakukan kewajiban menghapus panji-panji kebesaran yang mengitari arak-arakan khalifah di tengah-tengah melaksanakan shalat Jumat. Akibatnya, derajat khalifah turun hingga ke batas yang paling rendah. Mushthafa Kamal juga mengingatkan dengan keras kepada para pengikut khalifah supaya melepaskan diri darinya. Peringatannya wajib dilaksanakan. Memperhatikan perkembangan ini, sebagian golongan moderat dari para pendukung Mushthafa Kamal yang masih memiliki semangat Islam mengkhawatirkan terhapusnya khilafah. Maka, mereka meminta Mushthafa Kamal untuk mendudukkan dirinya menjadi khalifah kaum muslimin. Namun, Mushthafa Kamal tidak menerimanya. Kemudian dua orang utusan yang masing-masing dari Mesir dan India mendatangi Mushthafa Kamal. Keduanya juga meminta Mushthafa Kamal mengangkat dirinya menjadi khalifah. Harapan ini berulang-ulang disampaikan, tetapi Mushthafa Kamal menolaknya, bahkan dia telah menyiapkan pukulan yang mematikan dengan mengumumkan penghapusan khilafah. Di udara, di tengah kehidupan bangsa, di tengah pasukan, dan di tengah Komite Naional, dia membangkitkan kemarahan dan kemurkaan terhadap pihak-pihak asing, musuh, dan sekutu khalifah. Upaya membangkitkan kemarahan terhadap asing ini merupakan tipuan untuk memanipulasi tujuan yang di antaranya menghubungkan dugaan negatif terhadap khalifah yang dipersepsikan sebagai sekutu asing sehingga pengaitan rekayasa ini akan membangkitkan kemarahan rakyat pada khalifah. Mushthafa Kamal juga mencemarkan udara dengan isu-isu yang mampu membangkitkan perlawanan terhadap khalifah. Ketika iklim yang sudah panas ini menguasai daulah, maka Mushthafa Kamal maju selangkah lebih berani. Pada tanggal 3 Maret 1924 M Mushthafa mengadakan sidang Komite Nasional dengan rumusan yang sudah ditetapkan, yaitu memutuskan penghapusan khilafah, membuang khalifah, dan memisahkan agama dari negara. Di antara pidato yang disampaikan pada anggota dewan ketika menetapkan rumusan ini adalah: <em>&#8220;Dengan harga apa yang harus dibayar untuk menjaga Republik yang terancam ini dan menjadikannya berdiri kokoh di atas prinsip ilmiah yang kuat? Jawabnya khalifah dan semua keturunan keluarga &#8216;Utsman harus pergi [dari Turki], pengadilan agama yang kuno dan undang-undangnya harus diganti dengan pengadilan dan undang-undang moderen, sekolah-sekolah kaum agamawan harus disterilkan tempatnya untuk dijadikan tempat sekolah-sekolah pemerintahan yang non-agama.&#8221;</em> Kemudian dia menyerang agama dan orang-orang yang dinamakan kaum agamawan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Dengan kekuatan diktator, Mushthafa Kamal menetapkan rumusan ini melalui Komite Nasional. Keputusan ditetapkan tanpa melalui diskusi. Kemudian dia mengirim instruksi kepada hakim Istambul agar memutuskan hukuman buang bagi Khalifah Abdul Majid. Khalifah harus meninggalkan Turki sebelum fajar sehari setelah dikeluarkan keputusan ini. Hakim, sejumlah polisi yang menyertainya, dan militer berangkat ke istana khalifah di tengah malam dan mereka memaksanya mengendarai mobil lalu menuntunnya keluar perbatasan Turki. Mereka sama sekali tidak memberikan toleransi dan belas-kasihan kepadanya sedikit pun secuali hanya diperbolehkan membawa sekoper yang berisi beberapa lembar pakaian dan sedikit uang.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Seperti demikianlah hantaman Mushthafa Kamal terhadap Negara Islam dan sistem Islam. Dia kemudian mendirikan negara kapitalis dan sistem kapitalis. Dengan demikian, dia telah menghabisi Negara Islam dan mewujudkan mimpi kaum kafir yang dia bersendagurau dengan mereka semenjak Perang Salib. Ingatlah, dialah yang menghancurkan Negara Islam!</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"><span> </span>Setelah berhasil menghancurkan Daulah Utsmani dan menggantinya dengan sistem Republik sekuler Turki, Musthafa kemudian diangkat menjadi perdana menterinya yang pertama melalui sebuah pemilihan umum yang memang telah direkayasa. Ia pun menerapkan semua peraturan sekuler semisal dilarangnya jilbab, dilarangnya adzan dalam bahasa arab dan lain sebagainya. Hidupnya yang serba foya-foya serta kegandrungannya terhadap minuman keras menyebabkan ia sering terkena penyakit. Ia pun bercerai dengan istrinya, hidupnya pun semakin tidak menentu dan akhirnya ia meninggal di usianya yang ke-57. Mati dalam keadaan mengenaskan. </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:6pt 0;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="IN"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laodesabaruddin.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laodesabaruddin.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laodesabaruddin.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laodesabaruddin.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laodesabaruddin.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laodesabaruddin.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laodesabaruddin.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laodesabaruddin.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laodesabaruddin.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laodesabaruddin.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laodesabaruddin.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laodesabaruddin.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laodesabaruddin.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laodesabaruddin.wordpress.com/352/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=352&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/27/biografi-mustafa-kemal-at-taturk-dan-perannya-dalam-meruntuhkan-khilafah-utsmaniyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cf51c2d614fe47d4ab8a3a29956bf46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BIOGRAFI IMAM HASAN AL-BANNA</title>
		<link>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/27/biografi-imam-hasan-al-banna/</link>
		<comments>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/27/biografi-imam-hasan-al-banna/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 08:56:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LA ODE SABARUDDIN</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Biografi Imam Hasan Al-Banna]]></category>
		<category><![CDATA[Cendekiawan Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Harakah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhwanul Muslimin]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Hasan Al-banna]]></category>
		<category><![CDATA[Pergerakan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laodesabaruddin.wordpress.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Imam Hasan Al-Banna dilahirkan di desa Mahmudiyah kawasan Buhairah, Mesir tahun 1906 M. Ayahnya, Syaikh Ahmad al-Banna adalah seorang ulama fiqh dan hadits. Sejak masa kecilnya, Hasan al Banna sudah menunjukkan tanda-tanda kecemerlangan otaknya. Pada usia 12 tahun, atas anugerah Allah SWT, ia telah menghafal separuh isi Al-Qur&#8217;an. Sang ayah terus menerus memotivasi Hasan agar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=349&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Imam Hasan Al-Banna dilahirkan di desa Mahmudiyah kawasan Buhairah, Mesir tahun 1906 M. Ayahnya, Syaikh Ahmad al-Banna adalah seorang ulama fiqh dan hadits. Sejak masa kecilnya, Hasan al Banna sudah menunjukkan tanda-tanda kecemerlangan otaknya. Pada usia 12 tahun, atas anugerah Allah SWT, ia telah menghafal separuh isi Al-Qur&#8217;an. <span id="more-349"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sang ayah terus menerus memotivasi Hasan agar melengkapi hafalannya. Semenjak itu ia mendisiplinkan kegiatannya menjadi empat. Siang hari dipergunakannya untuk belajar di sekolah. Kemudian belajar membuat dan memperbaiki jam dengan orang tuanya hingga sore. Waktu sore hingga menjelang tidur digunakannya untuk mengulang pelajaran sekolah. Sementara membaca dan mengulang-ulang hafalan Al-Qur&#8217;an ia lakukan selesai shalat Shubuh. Maka tak mengherankan apabila Hasan al Banna mencetak berbagai prestasi gemilang di kemudian hari. Pada usia 14 tahun Hasan al Banna telah menghafal seluruh Al-Quran. Hasan Al Banna lulus dari sekolahnya dengan predikat terbaik di sekolahnya dan nomor lima terbaik di seluruh Mesir. Pada usia 16 tahun, ia telah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi Darul Ulum. Demikianlah sederet prestasi Hasan Al-Banna kecil sewaktu kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain prestasinya di bidang akademik, Ia juga memiliki bakat leadership yang cemerlang. Semenjak masa mudanya Hasan Al-Banna selalu terpilih untuk menjadi ketua organisasi siswa di sekolahnya. Bahkan pada waktu masih berada di jenjang pendidikan i&#8217;dadiyah (semacam SMP), beliau telah mampu menyelesaikan masalah secara dewasa, kisahnya begini:</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu siang, usai belajar di sekolah, sejumlah besar siswa berjalan melewati mushalla kampung. Hasan berada di antara mereka. Tatkala mereka berada di samping mushalla, maka adzan pun berkumandang. Saat itu, murid-murid segera menyerbu kolam air tempat berwudhu. Namun tiba-tiba saja datang sang imam dan mengusir murid-murid madrasah yang dianggap masih kanak-kanak itu. Rupanya, ia khawatir kalau-kalau mereka menghabiskan jatah air wudhu. Sebagian besar murid-murid itu berlarian menyingkir karena bentakan sang imam, sementara sebagian kecil bertahan di tempatnya. Mengalami peristiwa tersebut, al Banna lalu mengambil secarik kertas dan menulis uraian kalimat yang ditutup dengan satu ayat Al Qur&#8217;an, <em>&#8220;Dan janganlah kamu mengusir orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya.&#8221;</em>(Q. S. Al-An&#8217;aam: 52).</p>
<p style="text-align:justify;">Kertas itu dengan penuh hormat ia berikan kepada Syaikh Muhammad Sa&#8217;id, imam mushalla yang menghardik kawan-kawannya. Membaca surat Hasan al Banna hati sang imam tersentuh, hingga pada hari selanjutnya sikapnya berubah terhadap &#8220;rombongan anak-anak kecil&#8221; tersebut. Sementara para murid pun sepakat untuk mengisi kembali kolam tempat wudhu setiap mereka selesai shalat di mushalla. Bahkan para murid itu berinisiatif untuk mengumpulkan dana untuk membeli tikar mushalla!</p>
<p style="text-align:justify;">Pada usia 21 tahun, beliau menamatkan studinya di Darul &#8216;Ulum dan ditunjuk menjadi guru di Isma&#8217;iliyah. Hasan Al Banna sangat prihatin dengan kelakuan Inggris yang memperbudak bangsanya. Masa itu adalah sebuah masa di mana umat Islam sedang mengalami kegoncangan hebat. Kekhalifahan Utsmaniyah (di Turki), sebagai pengayom umat Islam di seluruh dunia mengalami keruntuhan. Umat Islam mengalami kebingungan. Sementara kaum penjajah mempermainkan dunia Islam dengan seenaknya. Bahkan di Turki sendiri, Kemal Attaturk memberangus ajaran Islam di negaranya. Puluhan ulama Turki dijebloskan ke penjara. Demikianlah keadaan dunia Islam ketika al Banna berusia muda. Satu di antara penyebab kemunduran umat Islam adalah bahwa umat ini jahil (bodoh) terhadap ajaran Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka mulailah Hasan al Banna dengan dakwahnya. Dakwah mengajak manusia kepada Allah, mengajak manusia untuk memberantas kejahiliyahan (kebodohan). Dakwah beliau dimulai dengan menggalang beberapa muridnya. Kemudian beliau berdakwah di kedai-kedai kopi. Hal ini beliau lakukan teratur dua minggu sekali. Beliau dengan perkumpulan yang didirikannya &#8220;Al-Ikhwanul Muslimun,&#8221; bekerja keras siang malam menulis pidato, mengadakan pembinaan, memimpin rapat pertemuan, dll. Dakwahnya mendapat sambutan luas di kalangan umat Islam Mesir. Tercatat kaum muslimin mulai dari golongan buruh/petani, usahawan, ilmuwan, ulama, dokter mendukung dakwah beliau.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada masa peperangan antara Arab dan Yahudi (sekitar tahun 45-an), beliau memobilisasi mujahid-mujahid binaannya. Dari seluruh Pasukan Gabungan Arab, hanya ada satu kelompok yang sangat ditakuti Yahudi, yaitu pasukan sukarela Ikhwan. Mujahidin sukarela itu terus merangsek maju, sampai akhirnya terjadilah aib besar yang mencoreng pemerintah Mesir. Amerika Serikat, sobat kental Yahudi mengancam akan mengebom Mesir jika tidak menarik mujahidin Ikhwanul Muslimin. Maka terjadilah sebuah tragedi yang membuktikan betapa pengecutnya manusia. Ribuan mujahid Mesir ditarik ke belakang, kemudian dilucuti. Oleh siapa? Oleh pasukan pemerintah Mesir! Bahkan tidak itu saja, para mujahidin yang ikhlas ini lalu dijebloskan ke penjara-penjara militer. Bahkan beberapa waktu setelah itu Hasan al Banna, selaku pimpinan Ikhwanul Muslimin terbunuh dalam sebuah peristiwa yang dirancang oleh musuh-musuh Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Masa-masa sepeninggal Hasan Al-Banna, adalah masa-masa penuh cobaan untuk umat Islam di Mesir. Banyak murid-murid beliau yang disiksa, dijebloskan ke penjara, bahkan dihukum mati, terutama ketika Mesir di perintah oleh Jamal Abdul Naseer, seorang diktator yang condong ke Sovyet. Banyak pula murid beliau yang terpaksa mengungsi ke luar negeri, bahkan ke Eropa. Pengungsian bagi mereka bukanlah suatu yang disesali. Bagi mereka di mana pun adalah bumi Allah, di mana pun adalah lahan dakwah. Para pengamat mensinyalir, dakwah Islam di Barat tidaklah terlepas dari jerih payah mereka. Demikianlah, siksaan, tekanan, pembunuhan tidak akan memadamkan cahaya Allah. Bahkan semuanya seakan-akan menjadi penyubur dakwah itu sendiri, sehingga dakwah Islam makin tersebar luas.</p>
<p style="text-align:justify;">Di antara karya penerus perjuangan beliau yang terkenal adalah Fi Dzilaalil Qur&#8217;an (di bawah lindungan Al-Qur&#8217;an) karya Sayyid Quthb. Sebuah kitab tafsir Al-Qur&#8217;an yang sangat berbobot di jaman kontemporer ini. Ulama-ulama kita pun menjadikannya sebagai rujukan terjemahan Al-Qur&#8217;an dalam Bahasa Indonesia. Di antaranya adalah Al-Qu&#8217;an dan Terjemahannya keluaran Depag RI, kemudian Tafsir Al-Azhar karya seorang ulama Indonesia Buya Hamka.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini adalah prinsip-prinsip Imam Hasan Al-Bana dalam dakwahnya :</p>
<p style="text-align:justify;">Saya meyakini: &#8220;Sesungguhnya segala urusan bagi Allah. Nabi Muhammad SAW junjungan kita, penutup para Rasul yang diutus untuk seluruh umat manusia. Sesungguhnya hari pembalasan itu haq (akan datang). Al-Qur’an itu Kitabullah. Islam itu perundang-undangan yang lengkap untuk mengatur kehidupan dunia akhirat.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya berjanji: &#8220;Akan mengarahkan diri saya sesuai dengan Al-Qur’an dan berpegang teguh dengan sunah suci. Saya akan mempelajari Sirah Nabi dan para sahabat yang mulia.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya meyakini: &#8220;Sesungguhnya istiqomah, kemuliaan dan ilmu bagian dari sendi Islam.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya berjanji: &#8220;Akan menjadi orang yang istiqomah yang menunaikan ibadah serta menjauhi segala kemunkaran. Menghiasi diri dengan akhlak-akhlak mulia dan meninggalkan akhlak-akhlak yang buruk. Memilih dan membiasakan diri dengan kebiasaan-kebiasaan islami semampu saya. Mengutamakan kekeluargaan dan kasih sayang dalam berhukum dan di pengadilan. Tidak akan pergi ke pengadilan kecuali jika terpaksa, akan selalu mengumandangkan syiar-syiar islam dan bahasanya. Berusaha menyebarkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk seluruh lapisan umat ini.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya meyakini: &#8220;Seorang muslim dituntut untuk bekerja dan mencari nafkah, di dalam hartanya yang diusahakan itu ada haq dan wajib dikeluarkan untuk orang yang membutuhkan dan orang yang tidak punya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya berjanji: &#8220;Akan berusaha untuk penghidupan saya dan berhemat untuk masa depan saya. Akan menunaikan zakat harta dan menyisihkan sebagian dari usaha itu untuk kegiatan-kegiatan kebajikan. Akan menyokong semua proyek ekonomi yang islami, dan bermanfaat serta mengutamakan hasil-hasil produksi dalam negeri dan negara Islam lainnya. Tidak akan melakukan transaksi riba dalam semua urusan dan tidak melibatkan diri dalam kemewahan yang diatas kemampuan saya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya meyakini: &#8220;Seorang muslim bertanggung jawab terhadap keluarganya, diantara kewajibannya menjaga kesehatan, aqidah dan akhlak mereka.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya berjanji: &#8220;Akan bekerja untuk itu dengan segala upaya. Akan menyiarkan ajaran-ajaran islam pada seluruh keluarga saya, dengan pelajaran-pelajaran islami. Tidak akan memasukkan anak-anak saya ke sekolah yang tidak dapat menjaga aqidah dan akhlak mereka. Akan menolak seluruh media massa, buletin-buletin dan buku-buku serta tidak berhubungan dengan perkumpulan-perkumpulan yang tidak berorientasi pada ajaran Islam.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya meyakini: &#8220;Di antara kewajiban seorang muslim menghidupkan kembali kejayaan Islam dengan membangkitkan bangsanya dan mengembalikan syariatnya, panji-panji islam harus menjadi panutan umat manusia. Tugas seorang muslim mendidik masyarakat dunia menurut prinsip-prinsip Islam.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya berjanji: &#8220;Akan bersungguh-sungguh dalam menjalankan risalah ini selama hidupku dan mengorbankan segala yang saya miliki demi terlaksananya misi (risalah) tersebut.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya meyakini: &#8220;Bahwa kaum muslim adalah umat yang satu, yang diikat dalam satu aqidah islam, bahwa islam yang memerintahkan pemelukya untuk berbuat baik (ihsan) kepada seluruh manusia.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya berjanji: &#8220;Akan mengerahkan segenap upaya untuk menguatkan ikatan persaudaraan antara kaum muslimin dan mengikis perpecahan dan sengketa di antara golongan-golongan mereka.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya meyakini: &#8220;Sesungguhnya rahasia kemunduran umat Islam, karena jauhnya mereka dari &#8220;dien&#8221; (agama) mereka, dan hal yang mendasar dari perbaikan itu adalah kembali kepada pengajaran Islam dan hukum-hukumnya, itu semua mungkin apabila setiap kaum muslimin bekerja untuk itu.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:-2;left:0;margin-left:33px;margin-top:433px;width:60px;height:27px;"><img src="/DOCUME~1/ADMINI~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="" width="60" height="27" /></span><!--[endif]--><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span style="position:absolute;z-index:-1;left:0;margin-left:468px;margin-top:384px;width:60px;height:27px;"><img src="/DOCUME~1/ADMINI~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="" width="60" height="27" /></span><!--[endif]--><strong><span style="font-size:16pt;font-family:Freebooter;" lang="IN">10 WASIAT IMAM HASAN AL-BANNA</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;font-family:Freebooter;" lang="IN"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></strong>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:Arial;font-weight:normal;" lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Bangunlah segera untuk melakukan shalat apabila mendengar Adzan walau bagaimana pun keadaannya.</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:Arial;font-weight:normal;" lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Baca, telaah, dan dengarkanlah Al-Qur&#8217;an atau dzikirlah kepada Allah dan jangan engkau senang menghambur-hamburkan waktumu dalam  masalah yang tidak ada manfaatnya.</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:Arial;font-weight:normal;" lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Bersungguh-sungguhlah untuk bisa dan berbicara dalam bahasa Arab dengan fasih.</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:Arial;font-weight:normal;" lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Jangan memperbanyak perdebatan dalam berbagai bidang pembicaraan sebab hal ini semata-mata tidak akan mendatangkan kebaikan.</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:Arial;font-weight:normal;" lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Jangan banyak tertawa sebab hati yang selalu berkomunikasi dengan Allah (dzikir) adalah tenang dan tentram.</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:Arial;font-weight:normal;" lang="IN"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Jangan bergurau, karena ummat yang berjihad tidak berbuat kecuali dengan bersungguh-sungguh terus menerus.</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:Arial;font-weight:normal;" lang="IN"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Jangan mengeraskan suara diatas suara yang diperlukan pendengar, karena hal ini akan mengganggu dan menyakiti.</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:Arial;font-weight:normal;" lang="IN"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Jauhilah dari membicarakan kejelekan orang lain atau  melukainya dalam bentuk apapun dan janganlah berbicara kecuali yang baik.</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:Arial;font-weight:normal;" lang="IN"><span>9.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Berta&#8217;aruflah dengan saudaramu yang kalian temui walaupun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan ta&#8217;awun (kerja sama)</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20pt;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span>10.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Pekerjaan Rumah kita sebenarnya lebih bertumpuk dari pada waktu yang tersedia, maka tolonglah selainmu untuk memanfaatkan waktunya dan apabila kalian mempunyai sesuatu keperluan maka sederhanakanlah dan percepatlah untuk diselesaikan.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laodesabaruddin.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laodesabaruddin.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laodesabaruddin.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laodesabaruddin.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laodesabaruddin.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laodesabaruddin.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laodesabaruddin.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laodesabaruddin.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laodesabaruddin.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laodesabaruddin.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laodesabaruddin.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laodesabaruddin.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laodesabaruddin.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laodesabaruddin.wordpress.com/349/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=349&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/27/biografi-imam-hasan-al-banna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cf51c2d614fe47d4ab8a3a29956bf46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/ADMINI~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/ADMINI~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH IMLEK</title>
		<link>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/25/sejarah-imlek/</link>
		<comments>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/25/sejarah-imlek/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 15:54:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LA ODE SABARUDDIN</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Konghucu]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Tionghoa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laodesabaruddin.wordpress.com/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Dari kitab-kitab tua berbahasa mandarin, bahwa perayaan tahun baru Imlek bukanlah tradisi sekarang, akan tetapi sudah diwariskan ratusan tahun yang lalu. Dan perayaan itu awalnya dimulai dari daratan Tiongkok, seperti yang ditulis DR Kai Kuok Liang, dalam bukunya berjudul: Festival Tradisi Budaya Tionghoa. “Memang banyak versi yang menceritakan awal tradisi perayaan tahun baru Imlek, sesuai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=346&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> Dari kitab-kitab tua berbahasa mandarin, bahwa perayaan tahun baru Imlek bukanlah tradisi sekarang, akan tetapi sudah diwariskan ratusan tahun yang lalu. Dan perayaan itu awalnya dimulai dari daratan Tiongkok, seperti yang ditulis DR Kai Kuok Liang, dalam bukunya berjudul: Festival Tradisi Budaya Tionghoa.</p>
<p class="MsoNormal">“Memang banyak versi yang menceritakan awal tradisi perayaan tahun baru Imlek, sesuai dengan daerah asalnya, namun yang lebih populer yakni dimulai pada masa Kaisar Chin Che Huang (246-210 BC),” ujar tokoh Tionghoa Pontianak, Lie Sau Fat (XF Asali) pada kemarin di harian lokal yang sempat saya kutip.<span id="more-346"></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dijelaskan Asali, tahun baru Imlek dirayakan di daratan Tiongkok sudah sejak ribuan tahun yang lalu, <strong>bahkan ada versi lain</strong> yang menyebutkan sebelum Kaisar Chin Che Huang pun sudah dirayakan, hanya masih belum merata di masyarakat, antara lain pada masa Huang Ti Yu (2698 BC). Hanya pada masa Kaisar Chin Che Huang, sudah merata di masyarakat Tiongkok, dengan semangat persatuan dan kesatuan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dan pada masa revolusi Xin-Hai, tanggal 10 Oktober 1911 yang dicetuskan oleh DR Sun Yat Sen, yang terkenal dengan ideologinya San Min Cu I (three principles of the people) yang mengubah perayaan tahun baru imlek menjadi Festival Musim Semi (Kuo Chun Ciek). Bahkan, festival ini resmi ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari besar nasional, yang akan dirayakan setiap tahun. Dan tahun baru imlek dirayakan secara resmi mengikuti tahun baru masehi.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Walaupun sudah dirubah namanya sejak tahun 1911, lantaran perayaan tahun baru Imlek sudah memasyarakat, sudah membudaya ribuan tahun di masyarakat, yang dirayakan turun temurun, sehingga perayaan tahun baru Imlek tetap dilangsungkan. Sementara perayaan tahun baru masehi, tidak semeriah tahun baru Imlek disaat itu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dan sampai sekarang pun, perayaan tahun baru Imlek tersebut masih meriah dilaksanakan, termasuk di kalangan masyarakat Tionghoa di daerah ini. Yang saat sekarang sudah mulai terasa persiapan-persiapan perayaan tahun baru Imlek. Kartu-kartu ucapan selamat dengan berbagai model sudah dipajang di toko-toko, termasuk aksesoris lainnya. Hanya untuk buah jeruk bali, masih belum terasa lonjakan perdagangannya, kecuali sepekan menjelang perayaan imlek.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pergantian tahun kali ini, yang akan memasuki tahun sio naga (emas), sudah bermunculan buku-buku tafsiran peruntungan dalam tahun naga tersebut. Memang, ada beberapa sio di tahun ini yang harus waspada dengan peruntungan yang tidak baik atau tidak menyenangkan. Dan ada juga yang bergembira dengan kedatangan tahun baru ini.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Mercon dan Nian Show</strong></p>
<p class="MsoNormal">Zaman dahulu setiap akhir tahun, menjelang pergantian tahun tahun baru, akan muncul sejenis binatang buas yang namanya “Nian Show” yang siap memangsa apa saja yang dijumpainya. Bintang ini muncul setahun sekali, persis di akhir tahun, menjelang awal tahun baru Imlek.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Nian Show bermakna (nian) tahun (show) binatang. Dan dalam penanggalan Imlek dilambangkan dengan dua belas jenis binatang, yakni dikenal dengan shio-shio Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, Babi, Tikus, Kerbau, Macan dan Kelinci.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kembali pada kisah Nian Show yang ditakuti oleh orang-orang zaman dahulu, maka ada sebuah tradisi dalam lingkungan keluarga Tionghoa, yakni menjaga keselamatan keluarga dari ancaman Nian Show. Dimana, pada saat itu, semua pintu dan jendela harus ditutup rapat, sambil menantikan hari maut itu berlalu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sehingga banyak warga yang cemas jika menunggu detik-detik akan memasuki tahun baru Imlek, dikhawatirkan Nian Show datang. Pergantian tahun ini juga menjadikan seluruh keluarga berkumpul di rumah, mereka membuat acara di lingkungan keluarga mereka masing-masing. Namun, kedatangan Nian Show ternyata terhenti, selang beberapa tahun tidak pernah datang lagi. Hal ini membuat rasa takut dan cemas di masyarakat menjadi hilang Masyarakat menjadi leluasa dan bebas merayakan pergantian tahun Imlek dengan bergembira, anak-anak pesta kembang api, dan berbagai ungkapan rasa kegembiraan itu diwujudkan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dari tahun ke tahun, Nian Show yang dipercayai menakutkan itu, terkikis dan rakyat pun lega, sampai-sampai tidak ingat lagi dengan budaya menutup pintu dan jendela pada akhir tahun. Bahkan, banyak warga yang pesta maupun mengadakan acara menyambut pergantian tahun yang mereka nantikan itu. Dalam pikiran mereka tidak ada lagi Nian Show.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Memang, Nian Show tidak pernah muncul lagi bahkan sudah hilang rasa takut tersebut. Padahal, jika Nian Show datang, warga tidak tahu dengan kedatangannya tersebut. Dan ia juga tidak dapat diduga. Setelah terlupakan, ternyata Nian Show pernah muncul sekali, dalam suatu perayaan Imlek. “Nian Show mendadak muncul kembali, binatang buas itu dengan serta merta menyerang dan memangsa semua makhluk yang ditemuinya,” jelas XF Asali yang baru-baru ini menyampaikan kisah Imlek tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Tentu saja kedatangan Nian Show yang secara tiba-tiba itu membuat warga panik dan terkejut. Tak disangka-sangka, ternyata Nian Show yang dikira sudah tidak ada lagi, muncul kembali. Kecuali ada beberapa rumah yang terhindar, karena kebetulan rumah tersebut ada pesta, yang di depan pintunya digantung kain merah, dinding ditempel kertas merah Suang-shi, anggota rumah tersebut berpakaian merah.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Konon, Nian Show itu tidak memangsa mereka yang berpakaian merah tersebut. Bahkan, ada beberapa orang warga yang sedang bermain mercon, terhindar dari mangsa Nian Show, karena mendengar bunyi petasan. Dengan adanya kejadian tersebut, maka dapat disimpulkan Nian Show takut kepada yang berwarna merah dan bunyi petasan. Sejak itu, demi keselamatan bersama, pada setiap akhir tahun dan menyambut tahun baru, digantung kain merah di depan rumah, digantung lampion merah, di dinding ditempel keratas merah, disertai tulisan dan kalimat puisi yang indah. Demikian juga bunyi petasan-petasan, dimaksud untuk mengusir nian show.</p>
<p style="text-align:justify;">Kabarnya, sekarang ini nian show memang tidak datang, tapi ia tidak menjelma dalam bentuk binatang, tapi dalam bentuk hawa jahat. Karena itu, setiap orang harus dapat menolak hawa jahat tersebut, dengan melakukan sembahyang serta memasang penangkal berupa kain merah, memasang mercun dan berpakaian merah.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Kue keranjang makanan khas Imlek</strong><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]-->
</p>
<p class="MsoNormal">Tradisi perayaan tahun baru Imlek juga tampak dari hidangan kue yang disajikan. Salah satu ciri khas kue yang cukup populer dimasa perayaan tahun baru Imlek ini yakni kue keranjang bulat. “Keberadaan kue keranjang bulat ini bukan sekadar tradisi begitu saja, akan tetapi ada kisah yang melatar belakangi, mengapa sampai perayaan Imlek itu menghidangkan kue keranjang?” tutur tokoh Tionghoa, XF Asali (Lie Sau Fat) yang saya jumpai beberapa waktu lalu.</p>
<p class="MsoNormal">Dijelaskan, dalam kepercayaan zaman dahulu, rakyat Tiongkok percaya bahwa anglo (tempat masak) dalam dapur di setiap rumah ada dewa-nya yang dikirim oleh Yik Huang Shang Ti (Raja Surga). Dewa itu juga sering dikenal dengan sebutan Dewa Tungku, yang ditugaskan untuk mengawasi segala tindak tanduk dari setiap rumah dalam menyediakan masakan setiap hari.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Maka setiap akhir tahun tanggal 24 bulan 12 Imlek (atau h-6 tahun baru), Dewa Tungku akan pulang ke surga serta melaporkan tugasnya kepada Raja Surga. Maka untuk menghindarkan hal-hal yang tidak menyenangkan bagi rakyat, timbullah gagasan untuk memberikan hidangan yang menyenangkan atau hal-hal yang dapat membuat Dewa Tungku tidak murka. Sehingga nantinya, jika ia laporan ke Raja Surga, menyampaikan laporan yang baik-baik dari rakyat yang diawasinya.</p>
<p class="MsoNormal">Bagaimana caranya supaya Dewa Tungku tidak murka, yang menyampaikan laporan baik-baik saja pada Raja Surga? Akhirnya, warga pun mencari bentuk sajian yang manis, yakni kue yang disajikan dalam keranjang. Maka disebutlah kue keranjang, yang sudah mentradisi setiap tahun disajikan untuk merayakan tahun baru Imlek.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dalam menyajikan kue untuk Dewa Tungku, kue keranjang yang manis tersebut, juga ditentukan bentuknya yakni harus bulat. Hal ini bermakna, keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat berkumpul (minimal) satu tahun sekali, serta tetap menjadi keluarga yang bersatu, rukun, bulat tekad dalam menghadapi tahun baru yang akan datang. Tradisi ini pun dibawa terus secara turun temurun, sampai sekarang ini.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kini, kue keranjang tersebut sudah mulai banyak di pasar, dengan ukuran yang kecil sampai yang besar. Dalam kepercayaan, kue tersebut juga disajikan di depan altar, atau di dekat tempat sembahyang di rumah. Semua ini, disajikan dalam rangka menyambut tahun baru Imlek, yang sekarang ini hanya tinggal beberapa hari lagi. Maka sudah seharusnya, kue keranjang tersebut sudah disajikan, agar Dewa Tungku tidak murka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ternyata tradisi kue keranjang ini juga tidak hanya oleh warga Tionghoa merayakan Imlek, hari raya Idul Fitri pun ada umat Islam yang menyuguhkan kue keranjang, yang sudah memasyarakat itu. Artinya, kue tersebut sudah menjadi milik masyarakat luas, yang sudah tidak asing lagi. Bentuk-bentuknya juga bermacam-macam, dari yang kecil sampai yang besar, namun rasanya yang khas, menjadikan kue keranjang diminati oleh banyak orang. Tak hanya itu, kue keranjang juga dikenal cukup awet dan tahan beberapa hari. Sehingga, dapat disajikan kapan saja. Bahkan, setelah Imlek pun juga masih dapat disajikan.</p>
<p class="MsoNormal">(Sumber : http://gugling.com/sejarah-imlek-tionghoa/)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laodesabaruddin.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laodesabaruddin.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laodesabaruddin.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laodesabaruddin.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laodesabaruddin.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laodesabaruddin.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laodesabaruddin.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laodesabaruddin.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laodesabaruddin.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laodesabaruddin.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laodesabaruddin.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laodesabaruddin.wordpress.com/346/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laodesabaruddin.wordpress.com/346/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laodesabaruddin.wordpress.com/346/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=346&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/25/sejarah-imlek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cf51c2d614fe47d4ab8a3a29956bf46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEWASPADAI STRATEGI POLITIK BARU AMERIKA DI DUNIA ISLAM : “ SMART POWER ALA OBAMA “</title>
		<link>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/25/mewaspadai-strategi-politik-baru-amerika-di-dunia-islam-%e2%80%9c-smart-power-ala-obama-%e2%80%9c/</link>
		<comments>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/25/mewaspadai-strategi-politik-baru-amerika-di-dunia-islam-%e2%80%9c-smart-power-ala-obama-%e2%80%9c/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 14:52:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LA ODE SABARUDDIN</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Luar Negeri Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Obama]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Politik Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Politik Obama]]></category>
		<category><![CDATA[Obama]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Demokrat]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Luar Negeri Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Smart Power]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Baru Amerika di Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Politik Baru Amerika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laodesabaruddin.wordpress.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Presiden Amerika yang baru dilantik beberapa waktu lalu, Barack Obama tampaknya menyadari citra politik Amerika di pentas politik global yang mulai pudar. Grand design strategi politik luar negeri Amerika semasa pemerintahan Bush yang terangkum dalam “War on Terrorism” dinilai cenderung menggunakan “ hard power ” dan dianggap sebagai biang kejatuhan citra Amerika di mata dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=342&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Presiden Amerika yang baru dilantik beberapa waktu lalu, Barack Obama tampaknya menyadari citra politik Amerika di pentas politik global yang mulai pudar. Grand design strategi politik luar negeri Amerika semasa pemerintahan Bush yang terangkum dalam “War on Terrorism” dinilai cenderung menggunakan “ hard power ” dan dianggap sebagai biang kejatuhan citra Amerika di mata dunia global terutama dunia Islam. Penggunaan hard power telah menumpahkan darah umat Islam, yang meliputi pembantaian lebih dari satu juta umat Islam di Irak dan Afghanistan. Belum lagi akibat yang ditimbulkannya di belahan dunia Islam yang lain termasuk Indonesia. Oleh karena itu, Amerika akan mencoba memperbaiki rusaknya reputasi dan efektivitas kebijakan luar negerinya terutama di dunia Islam dengan melakukan pendekatan baru yang diberi nama oleh Barack Obama “ Smart Power”.</p>
<p>http://www.ziddu.com/download/3298781/SN176-PATUTKAHUMATISLAMBERHARAPPADAOBAMA-.flv.html<span id="more-342"></span></p>
<p>Sebagaimana disampaikan Obama dalam pidato pelantikan lalu, yang disaksikan jutaan orang di dunia., presiden kulit hitam pertama di AS itu bersumpah akan memulai awal baru dengan dunia muslim. &#8220;Untuk dunia muslim, kami mencari cara baru ke depan, mengacu pada kepentingan bersama dan respek bersama,&#8221; (www.hidayatullah.com). Dalam pidato di Senat Amerika, Hilary Clinton, Menlu Amerika yang baru mengatakan, “Kita harus menggunakan apa yang disebut smart power—suatu perangkat yang lengkap yang dilakukan dengan kekuasaan yang kami miliki. Dengan smart power, diplomasi akan menjadi garda depan politik luar negeri kami. “  Koran New York Times melaporkan bahwa Hilary Clinton menggambarkan smart power sebagai, “Ini artinya penggunaan semua perangkat yang bisa mempengaruhi &#8211; diplomatik, ekonomi, militer, hukum, politik dan budaya—untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.”  Dengan pernyataan tersebut, tampaknya apa yang disebut oleh Obama dengan penggunaan “smart power” dalam politik luar negerinya di dunia Islam tidak lain adalah cara yang lebih efektif untuk memperdaya Islam dan umat Islam. Umat Islam harus menyadari bahaya dari strategi baru Amerika ini. Sejatinya, tujuan – tujuan politk luar negeri Amerika Serikat tidak akan pernah berubah. Penggunaan smart power hanyalah pergeseran taktik ketika penggunaan kekuatan militer dan pembunuhan (hard power) gagal dilakukan. Penggunaan smart power akan mengandalkan kolaborasi Amerika dengan penguasa negeri – negeri Islam yang menjadi sekutu mereka. Amerika memiliki sejarah panjang penggunaan para penguasa yang merupakan agen-agen mereka yang membuat kerusakan politik di dunia Muslim. Belajar dari kegagalan Bush, Amerika di bawah kepemimpinan Obama yang sekarang tahu bahwa ia tidak bisa mengalahkan Dunia Islam dengan cara-cara militer saja dan karenanya berusaha untuk mengelaborasinya dengan cara &#8211; cara lain yang mereka bisa lakukan. Oleh karena itu, sejatinya apakah Amerika menggunakan “Smart Power” atau tidak, Amerika masih tetap bertujuan untuk mengeksploitasi dan mengambil keuntungan dari Negara-negara yang lebih lemah khususnya dunia Islam untuk kepentingan perusahaan-perusahaan dan kaum kapitalis di belakang mereka. Dengan kata lain, Obama akan tetap menjaga dominasi atau politik penjajahan dunia di belahan dunia manapun khususnya terhadap dunia Islam. Dia bisa melakukannya dari cara yang halus sampai cara yang kasar sekalipun. Kilas Balik Obama dari Kampanye hingga Menduduki Jabatan Presiden : Dunia Islam tak Sepatunya Berharap pada Obama Jika kita meneliti pernyataan – pernyataan Obama dan kebijakan – kebijakan yang telah dilakukannya semasa kampanye hingga menduduki jabatan presiden saat ini banyak hal yang bisa kita simpulkan mengenai sikap Obama terhadap dunia Islam. Dalam kasus perang Irak, Obama memang secara jelas mengungkapkan penentangannya terhadap perang Irak. Namun pada saat yang sama, Obama juga tidak setuju untuk menarik tentara AS dari Irak yang dianggap masih tetap memberikan manfaat untuk mengamankan kepentingan AS di timur tengah. Obama bahkan menyatakan untuk menempatkan pasukan AS tidak hanya di Irak tetapi juga di Negara – Negara timur tengah yang lain seperti Kuwait. Dalam kasus perang Afghanistan, Obama dengan jelas dan terbuka berjanji untuk memperluas penguasaannya terhadap Afghanistan dengan menambah jumlah pasukan, memperluas area operasi dan melakukan serangan – serangan yang sistematis.  Dalam kasus Pakistan, pada kampanye lalu Obama menyatakan tidak segan – segan untuk melancarkan perang terhadap Pakistan jika Negara itu tidak bertindak tidak tegas terhadap umat Islam yang dinilai “militan” oleh Amerika.  Sikap lain yang penting diketahui adalah pendirian Obama terhadap Israel. Pada Forum AIPAC (American Israel Public Affairs Committee) pada Juni 2008 lalu, Obama dengan lantang dan tegas menyatakan dukungannya terhadap Negara Israel. “ Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kapasitas apapun untuk tidak hanya menjamin keamanan Israel tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu” Juru Bicara Obama, “Obama akan menghormati kesepakatan-kesepakatan yang sudah dilakukan terkait dengan bantuan dana bagi Israel dan akan mengusahakan agar bantuan itu ditingkatkan sampai 30 miliar dolar AS dalam jangka waktu 10 tahun.” (Suaramedia.com, 6/10/08). Dalam kasus Iran, Obama berjanji akan menyusun kekuatan internasional untuk menekan Iran dan mencegah Iran mengembangkan nuklir. Tidak banyak yang tahu, bahkan di AS sendiri, Obama pernah di duduk di Subkomisi Asia Timur dan Pasific di Komisi Hubungan Internasional Senat, Sub komisi yang banyak mengkover isu-isu Indonesia. Namun, sedikit pun ia tidak pernah menyinggung Indonesia. Obama tidak pernah menggunakan keanggotaannya di Subkomisi tersebut untuk mengangkat isu-isu penduduk Muslim terbesar di dunia ini karena isu Indonesia adalah isu yang tidak strategis.  Bagi Yahudi Amerika, kemenangan Barack Obama menjadi lambang kemenangan mereka. Para Yahudi AS itu mengatakan, perjalanan hidup seorang Obama yang berasal dari keturunan imigran kulit hitam hingga berhasil mencapai kursi kepresidenan AS, mirip dengan perjuangan kaum Yahudi yang datang ke AS sebagai imigran yang mencari kehidupan yang lebih baik setelah mereka selalu menjadi kaum terusir di berbagai penjuru dunia. Obama mengangkat Rham Israel Emmanuel, mantan tentara Israel, sebagai kepala staf Gedung Putih. Obama juga tetap akan meneruskan rencana menjadikan Palestina sebagai negara Israel yang sebagiannya untuk rakyat Palestina, dan sebagainya. Pada hari pertamanya berkantor di Gedung Putih, Obama menelepon Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert. Obama menelepon kedua pemimpin negara yang tengah berkonflik setelah Israel menarik mundur pasukannya dari Jalur Gaza. Obama berjanji akan ikut mengupayakan terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah. Demikian seperti dikutip dari reuters, Rabu (22/1/2009). Dalam pembicaraan dengan presiden Palestina Mahmoud Abbas, Obama menyatakan bahwa dia dan jajaran pemerintah AS akan bekerja untuk tercapainya perdamaian di kawasan itu. Sementara pejabat kantor PM Olmert mengatakan kalau Obama telah mendapat perkembangan terbaru tentang situasi di Jalur Gaza. Ditambahkan pula PM Olmert berharap upaya pencegahan penyelundupan senjata yang digalang Israel, Mesir, AS, dan negara-negara Eropa ke Gaza akan sukses. Tokoh Islam Amerika seperti Syaikh Anwar Awlaki mengatakan bahwa Obama atau Mc Cain sama saja, tidak bersahabat dengan dunia Islam. Apa yang terungkap di atas hanyalah secuil dari sikap paradoks Obama terhadap Dunia Islam. Dunia tidak boleh melupakan kejahatan AS di bawah Republik maupun Demokrat dalam hal mengintervensi (baca: menyerang) negara lain. Setelah Perang Dunia II saja AS—baik di bawah Republik maupun Demokrat—telah menyerang lebih dari 20 negara di seluruh dunia seperti Yunani (1947-1949), Italia (1948), Korea (1950-1953), Iran (1953), Guatemala (1954), Kongo (1960), Kuba (1961), Vietnam (1969-1975), termasuk negara-negara lain seperti Granada (1983), Libanon (1983), Libya (1958 dan 1983), Somalia (1991-1992), Afganistan (1998-2004), Sudan (1998), Serbia, dan terakhir Irak. Kebijakan AS yang barbar ini tentu akan terus berlangsung dan kontinu. Akhirnya, saya hanya ingin mengingatkan kepada dunia Islam agar bersikap waspada terhadap tipu daya “smart power” atau apapun namanya yang dilakukan Amerika. Amerika akan senantiasa mencari cara untuk mempertahankan dominasinya di Dunia Islam dan terus melanjutkan agenda eksploitasi kapitalisnya.  Sejatinya, perubahan hakiki di dunia Islam akan datang ketika kaum muslim di dunia kembali kepada Islam dengan merealisasikannya dalam kehidupan mereka secara kaffah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laodesabaruddin.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laodesabaruddin.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laodesabaruddin.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laodesabaruddin.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laodesabaruddin.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laodesabaruddin.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laodesabaruddin.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laodesabaruddin.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laodesabaruddin.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laodesabaruddin.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laodesabaruddin.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laodesabaruddin.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laodesabaruddin.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laodesabaruddin.wordpress.com/342/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=342&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/25/mewaspadai-strategi-politik-baru-amerika-di-dunia-islam-%e2%80%9c-smart-power-ala-obama-%e2%80%9c/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cf51c2d614fe47d4ab8a3a29956bf46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KUPAS TUNTAS AHMADIYAH</title>
		<link>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/23/kupas-tuntas-ahmadiyah/</link>
		<comments>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/23/kupas-tuntas-ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 12:26:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LA ODE SABARUDDIN</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmadiyah Lahore]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmadiyah Qodiyani]]></category>
		<category><![CDATA[kesesatan ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Memahami ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[membongkar kesesatan ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laodesabaruddin.wordpress.com/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[AHMADIYAH LAHORE yang menamakan dirinya GAI (Gerakan Ahmadiyah Indonesia) , berpusat di Jogyakarta. AHMADIYAH QODIYANI yang menamakan dirinya JAI (Jema’at Ahmadiyah Indonesia) berpusat di Kampus ALMUBAROK, Desa Pondok Udik Jln.Raya Parung Bogor,sekarang beralamat di Jln.Balikpapan Nomor 1 Jakarta. http://www.ziddu.com/download/3277690/KupasTuntasAhmadiyah.doc.html<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=338&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--><span style="font-size:13pt;font-weight:normal;">AHMADIYAH LAHORE yang menamakan dirinya GAI (Gerakan Ahmadiyah Indonesia) , berpusat di Jogyakarta.</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-right:0;text-align:left;" align="left"><span style="font-size:13pt;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-right:0;text-align:left;" align="left"><span style="font-size:13pt;font-weight:normal;">AHMADIYAH QODIYANI yang menamakan dirinya JAI (Jema’at Ahmadiyah Indonesia) berpusat di Kampus ALMUBAROK, Desa Pondok Udik Jln.Raya Parung Bogor,sekarang beralamat di Jln.Balikpapan Nomor 1 Jakarta.</span></p>
<p>http://www.ziddu.com/download/3277690/KupasTuntasAhmadiyah.doc.html</p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laodesabaruddin.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laodesabaruddin.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laodesabaruddin.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laodesabaruddin.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laodesabaruddin.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laodesabaruddin.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laodesabaruddin.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laodesabaruddin.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laodesabaruddin.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laodesabaruddin.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laodesabaruddin.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laodesabaruddin.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laodesabaruddin.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laodesabaruddin.wordpress.com/338/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=338&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/23/kupas-tuntas-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cf51c2d614fe47d4ab8a3a29956bf46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APAPUN ADANYA, HIDUP ANDA SAAT INI ADALAH YANG “TERBAIK”</title>
		<link>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/23/apapun-adanya-hidup-anda-saat-ini-adalah-yang-%e2%80%9cterbaik%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/23/apapun-adanya-hidup-anda-saat-ini-adalah-yang-%e2%80%9cterbaik%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 11:27:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LA ODE SABARUDDIN</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Arti Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar dari kegagalan]]></category>
		<category><![CDATA[cara mencapai kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[cara meraih kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[Kiat sukses]]></category>
		<category><![CDATA[makna kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi pribadi yang terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi yg terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[Qana'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laodesabaruddin.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Apapun yang ada pada diri anda saat ini, percayalah bahwa hal itu adalah yang terbaik untuk anda. Jadi, optimislah selalu. Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin saja anda mengalami pengalaman buruk yang tak mengenakkan, maka keburukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=334&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> <span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Apapun yang ada pada diri anda saat ini, percayalah bahwa hal itu adalah yang terbaik untuk anda. Jadi, optimislah selalu. Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin saja anda mengalami </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">pengalaman buruk yang tak mengenakkan, maka keburukan itu hanya </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">karena anda melihat dari salah satu sisi mata uang saja. Bila </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">anda berani menengok ke sisi yang lain, anda akan menemukan </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">pemandangan yang jauh berbeda. Mungkin suatu saat anda akan menyadari keburukan, kemalangan, kegagalan dan lain – lainnya merupakan proses yang membuat anda menjadi lebih teguh, tegar, dewasa dan akhirnya meraih kesuksesan dalam hidup. Jadi percayalah, hidup anda saat ini adalah yang terbaik. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Anda tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">wajah yang ceria. Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">menuju ke laut. Meski harus melalui anak sungai, selokan, kali </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di samudra, setiap tetes </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rerumputan, sebagian tertampung dalam sumur-sumur. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Sebagian kembali ke laut. Begitu pula hidup anda, ia akan mengalir seperti air yang membawa anda pada suatu “tujuan” ? Dan untuk mencapainya, anda akan melewati jalan – jalan kehidupan sebagai alur yang mengantarkan pada tujuan anda . Jadi, apapun adanya hidup anda saat ini, percayalah ia adalah bagian dari alur panjang yang harus anda lewati untuk sampai pada ‘tujuan” dan hal itu adalah yang terbaik anda. So &#8230; optimislah menghadapi hidup ! </span><span style="font-size:12pt;font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>J</span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/laodesabaruddin.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/laodesabaruddin.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/laodesabaruddin.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/laodesabaruddin.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/laodesabaruddin.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/laodesabaruddin.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/laodesabaruddin.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/laodesabaruddin.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/laodesabaruddin.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/laodesabaruddin.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/laodesabaruddin.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/laodesabaruddin.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/laodesabaruddin.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/laodesabaruddin.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=laodesabaruddin.wordpress.com&amp;blog=5868486&amp;post=334&amp;subd=laodesabaruddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/23/apapun-adanya-hidup-anda-saat-ini-adalah-yang-%e2%80%9cterbaik%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cf51c2d614fe47d4ab8a3a29956bf46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
